Breaking News:

Hasil Swab Acak di Sekolah, Ditemukan 46 Siswa dan Guru di Bantul Terkonfirmasi Positif Covid-19

Tes swab PCR acak tersebut menyasar 59 sekolah, rinciannya adalah 17 SD dan sederajat, 17 SMP dan sederajat, serta 25 SMA dan sederajat. 

Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
Shutterstock
Ilustrasi alat tes Covid-19 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul telah selesai melakukan swab PCR acak ke sekolah-sekolah.

Dari hasil swab acak  yang berlangsung pada 16-22 November 2021 kemarin, ada 46 siswa dan guru yang terpapar Covid-19 dan rata-rata masuk dalam kategori tidak bergejala.

Wakil Bupati Bantul yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, Joko Purnomo, menjabarkan tes swab PCR acak tersebut menyasar 59 sekolah.

Rinciannya adalah 17 SD dan sederajat, 17 SMP dan sederajat, serta 25 SMA dan sederajat. 

Sementara sasaran warga sekolah yang dilakukan swab PCR acak berjumlah 1.419 orang siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

Dari 1.419 itu terdiri dari 253 warga SD, 275 warga SMP, dan 891 warga SMA.

"Hasilnya ditemukan 46 orang yang terpapar Covid-19 dengan status tanpa gejala. Jumlah itu berdasarkan hasil yang sudah diterima sampai dengan yang tanggal 22 November," ungkapnya, Selasa (23/11/2021).

Adapun 46 orang tersebut merupakan warga sekolah terdiri dari siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

Atas temuan tersebut, mereka sudah menjalani isolasi. Dan karena statusnya adalah orang tanpa gejala (OTG) maka mereka wajib isolasi di rumah selama 10 hari.

Namun demikian, bagi mereka yang bergejala ringan menjalani isolasi di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bambanglipuro, Bantul.

Lebih lanjut, dengan temuan ini pihaknya juga melakukan pengembangan dengan tracing dan testing kepada semua yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19. Baik warga sekolah lain maupun keluarga.

Sebagai tindak lanjut atas kasus positif tersebut, Joko juga memastikan untuk menghentikan sementara pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di sekolah tersebut.

"Guru-gurunya diminta selalu memantau dan memonitor terkait siswanya yang diindikasikan positif Covid-19," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Wabup juga meminta sekolah untuk lebih meningkatkan disiplin protokol kesehatan, pihaknya juga memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Kesehatan untuk memantau protokol kesehatan di tiap sekolah.

( tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved