Breaking News:

PN Klaten Mulai Sidangkan 22 Gugatan Warga Klaten yang Terdampak Tol Yogyakarta-Solo

Pengadilan Negeri (PN) Klaten mulai melaksanakan sidang terkait gugatan puluhan warga Desa Manjungan dan Desa Pepe, Kecamatan Ngawen yang tanahnya

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Hakim yang memimpin sidang perkara gugatan terkait nilai ganti rugi tanah terdampak tol Yogyakarta-Solo di Klaten, Senin (22/11/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pengadilan Negeri (PN) Klaten mulai melaksanakan sidang terkait gugatan puluhan warga Desa Manjungan dan Desa Pepe, Kecamatan Ngawen yang tanahnya terdampak proyek tol Yogyakarta-Solo.

Sidang yang dilakukan pada Senin (22/11/2021) di PN Klaten tersebut mengagendakan pemanggilan para pihak yang bersengketa pada kasus tersebut.

Humas PN Klaten, Rudi Ananta Wijaya mengatakan terdapat 3 majelis yang menyidangkan puluhan perkara gugatan terkait nilai ganti kerugian tanah warga yang terdampak tol tersebut.

Baca juga: Poin-poin Instruksi Presiden Jokowi Terkait Penerapan PPKM Level 3 Serentak saat Nataru

"Hari ini ada 22 sidang gugatan yang terbagi dalam 3 majelis, masing-masing majelis menyidangkan 8 perkara, 7 perkara dan 7 perkara gugatan," ujarnya saat ditemui di PN Klaten.

Menurut Rudi, pada sidang Senin ini, para pemohon dan kedua termohon yakni Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten dan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) turut menghadiri persidangan.  

Ia menjelaskan, agenda sidang tersebut yakni, pemanggilan para pihak yang bersengketa pada kasus nilai ganti rugi tanah terdampak tol itu.

Kemudian, sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada Kamis (25/11/2021) mendatang dengan agenda jawaban dari kedua termohon.

Sementara itu, seorang pemohon kasus tanah terdampak tol di Desa Manjungan, Aryo Wibowo mengatakan jika tanah milik orang tuanya yang terdampak tol seluas 430 meter persegi.

"Tanah seluas 430 meter persegi ini terdiri dari 2 bangunan dengan luas sekitar 170 meter persegi. Dua bangunan kita itu tidak sampai dihargai Rp 300 juta," ucapnya saat ditemui di PN Klaten.

Menurutnya, tanah milik orang tuanya itu hanya dihargai oleh tim appraisal tol senilai Rp 1,3 juta per meternya.

Baca juga: Marak Parkir Liar di Jalan Pasar Kembang, Dishub Kota Yogyakarta: Puluhan Kendaraan Kita Tertibkan 

"Harga tanah di sana sudah naik, padahal kita terdampak tol tapi kok kita jadi bingung," ucapnya.

Sebelumnya, Kasi Pengadaan Tanah BPN Klaten, Sulistiyono mengatakan jika pihaknya bertugas sebagai pelaksana pembebasan tanah terdampak tol dan tidak memiliki kewenangan terkait penilaian ganti rugi tanah.

"Kami hanya pelaksana dan yang menilai tanah terdampak tol itu adalah tim appraisal, kami tidak bisa ikut ke sana karena dinilai oleh tim profesional," ucapnya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved