Breaking News:

Komisi C DPRD Bantul Dorong agar Pembangunan Saluran Air Menjadi Prioritas  

Curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir ini menyebabkan terjadinya kerusakan infrastruktur di beberapa titik di wilayah Kabupaten

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Komisi C DPRD Bantul meninjau lokasi talut sungai Oya di dusun Sompok, Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Imogiri yang ambrol belum lama ini. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir ini menyebabkan terjadinya kerusakan infrastruktur di beberapa titik di wilayah Kabupaten Bantul.

Komisi C DPRD Bantul yang membidangi pekerjaan umum, pembangunan dan lingkungan hidup terus bekerjasama dengan dinas Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kabupaten Bantul untuk mengatasi masalah yang akan timbul karena bencana ini.

"Tentunya kami mendorong (dilakukan perbaikan) apa yang sudah menjadi laporan masyarakat, atau temuan kita sendiri terkait apa yang rusak, kalau bisa dioptimalkan," ujar Wakil Ketua Komisi C, Datin Wisnu Pranyoto dari fraksi Gerindra,  Senin (22/11/2021).

Baca juga: Bupati Lantik 29 Pejabat di Lingkungan Pemkab Kulon Progo

Datin mengakui, bahwa saat ini anggaran pemda tidak seperti tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19. Saat pandemi ini pemerintah tengah melakukan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa Dinas PUPKP memiliki dana perbaikan. Jika kerusakan tidak lebih dari 20-30 persen, maka bisa menggunakan dari biaya perawatan.

"Kalau rusaknya hanya 20 persen, bisa dianggarkan dari dana perawatan ataupun perbaikan. Tapi yang sifatnya bisa mencapai 80 persen tentunya harus melalui pembahasan APBD. Tentunya harus tahun depan," ungkapnya.

Namun demikian, pihaknya selaku Komisi C akan terus mendorong supaya aktivitas masyarakat tidak terganggu akibat dari bencana yang melanda.

Agar tidak menjadi langganan kerusakan, dirinya pun mengimbau agar pemerintah dan masyarakat agar lebih mementingkan membangun saluran air yang lebih bagus.

"Kami mengusulkan lebih mementingkan untuk arus air dulu daripada untuk jalan baik drainase maupun avur (saluran pembuangan). Jika itu terbangun terlebih dahulu, tentu akan lebih awet untuk jalan. Maka masyarakat baik dari dusun sampai kelurahan, kalau bisa dalam perencanaannya dapat lebih matang," tandasnya.

Terkait dengan kerusakan sarana prasarana infrastruktur yang terjadi karena hujan, sebelumnya, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan pihaknya telah melakukan beberapa skema penanganan yang cepat baik yang permanen maupun yang sementara.

Baca juga: Dinas Sosial DIY Akui Pendataan Transpuan Minim, Sulit Berikan Bantuan di Masa Pandemi

Seperti di jembatan Rotokenongo, Kasihan dipasang belly terlebih dahulu agar arus lalu lintas lancar untuk sementara, hingga akhirnya di tahun 2022 nanti akan dilakukan perbaikan yang permanen.

Adapun langkah cepat yang dilakukan saat ini diambil dari anggaran belanja tak terduga (BTT) untuk kepentingan kegawatdaruratan.  

"Untuk tanggap bencana kita punya anggaran darurat yang kita simpan dalam sebuah rekening namanya BTT (belanja tak terduga) yang bisa kita gunakan sementara untuk menanggulangi problem-problem kedaruratan seperti ini. Nanti pembangunan permanennya menggunakan mekanisme dan anggaran yang normal melalui APBD," ungkapnya. (nto) 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved