Breaking News:

Sering jadi Lokasi Balap Liar Polisi Pasang Pita Kejut di Jalan Alternatif Klaten-Boyolali

Jajaran Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Klaten memasang rumble strip atau pita kejut di ruas jalan alternatif Klaten-Boyolali yang berada di

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
Dok Humas Polres Klaten
Jajaran Sat Lantas Polres Klaten dan stakeholder terkait saat memantau pemasangan pita kejut di ruas jalan alternatif Klaten-Boyolali, Kamis (18/11/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Jajaran Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Klaten memasang rumble strip atau pita kejut di ruas jalan alternatif Klaten-Boyolali yang berada di Desa Manjung Kecamatan Klaten Utara.

Pemasangan pita kejut itu untuk mencegah aksi balap liar yang sering terjadi di perbatasan Kecamatan Ngawen dan Kecamatan Klaten Utara itu.

"Balap liar sering terjadi di sana, sudah sering juga dilakukan tindakan oleh pihak Satlantas hingga Polsek dan sebagainya, tapi masih berulang," ujar Kasat Lantas Polres Klaten AKP Muhammad Fadlan saat TribunJogja.com temui di ruang kerjanya, Kamis (18/11/2021).

Baca juga: PPKM level 3 saat Libur Nataru, Komisi B DPRD Bantul Menyatakan Pelaku Pariwisata Sudah Siap Prokes

Menurutnya, pihaknya juga sering melakukan patroli di daerah tersebut untuk mencegah terjadinya balap liar sepeda motor yang sering dilakukan oleh para remaja.

"Mereka saat kita patroli juga sering kabur karena di sana juga banyak jalan tikus. Jadi untuk memasang pita kejut itu sudah koordinasi dengan Dishub dan pihak Dinas PUPR," katanya.

Diakui Fadlan, aksi balap liar di ruas jalan itu sering terjadi pada malam hari sekitar pukul 23.00 hingga 03.30.

Warga juga sering melaporkan aksi tersebut ke polisi karena mengganggu waktu istirahatnya.

"Saat patroli sebenarnya sudah banyak yang ditangkap dan dipanggil orang tuanya, namun karena ini anak muda jadi kejadian balap liar di ruas jalan itu sering berulang," katanya.

Baca juga: Pemerintah Tetapkan PPKM Level 3 Selama Nataru, Tempat Wisata di DI Yogyakarta Tidak Ditutup

Kemudian kata Kasat, para pelaku balap liar yang terjadi di ruas jalan itu tidak semuanya merupakan warga sekitar bahkan ada juga yang berasal dari luar Klaten.

Ia juga mengimbau warga untuk memperhatikan anak-anaknya agar tidak terlibat aksi balap liar di daerah itu.

Sebab, selain membahayakan diri sendiri, aksi tersebut juga mengganggu pengguna jalan lainnya karena jalan tersebut merupakan jalan raya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved