Berita Sains
Terungkap, Perbukitan di Tepi Jalan Magelang Ini Ternyata Berusia 3,5 Juta Tahun!
Seorang mahasiswa pascasarjana Teknik Geologi UGM, Alva Kurniawan menyimpulkan genesis perbukitan Gendol diakibatkan vulkanisme purba insitu.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
Hasil Aktivitas Gunungapi Purba
Dari hasil risetnya, Alva Kurniawan menyimpulkan genesis Perbukitan Gendol tidak disebabkan oleh debris avalanche Merapi atau normal faulting Perbukitan Menoreh.
Karakteristik geologi Perbukitan Gendol tidak menunjukkan kriteria yang sesuai sebagai kedua produk tersebut. Genesis Perbukitan Gendol diakibatkan vulkanisme purba insitu.
Bukti-buktinya, pertama, litologi Perbukitan Gendol didominasi lava yang terbentuk secara insitu dan adanya batuan intrusi dangkal.
Kedua, batuan beku penyusun Perbukitan Gendol yang khas berupa Medium-K, Pliosen (Newhall dkk., 2000), andesit basaltik – andesit, yang mengandung klinopiroksen, ortopiroksen, dan hornblenda.
Ketiga bentuk lembah-lembah Perbukitan Gendol yang menunjukkan kenampakan seperti kawah gunung api.
Distribusi bukit-bukit di Perbukitan Gendol menunjukkan kelurusan pada arah tertentu yang mencirikan kelompok gunung api yang terbentuk pada sepanjang zona ekstens.
Pengamatan di lapangan, gugusan bukit di Gulon, Jumoyo, Kadiluwih dan sekitarnya ini terhitung masih cukup baik kondisinya. Vegetasi cukup lebat.
Namun di Bukit Gendol, terlihat sudah ada upaya pembuatan jalan tembus ke puncak bukit. Kabar yang berkembang, akan dibangun perumahan di bagian atas perbukitan tersebut.
Dari tebing-tebing yang tersingkap oleh proyek pembukaan jalan, jenis tanah yang tampak seperti tanah merah, bukan tanah berpasir seperti endapan aluvium hasil erupsi Merapi.(Tribunjogja.com/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/perbukitan-gendol-di-salam-magelang_2.jpg)