Berita Sains
Terungkap, Perbukitan di Tepi Jalan Magelang Ini Ternyata Berusia 3,5 Juta Tahun!
Seorang mahasiswa pascasarjana Teknik Geologi UGM, Alva Kurniawan menyimpulkan genesis perbukitan Gendol diakibatkan vulkanisme purba insitu.
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
Karakteristik morfologi menurut tesis Alva Kurniawan semakin mendukung Perbukitan Gendol bukanlah produk debris avalanche dan normal faulting Perbukitan Menoreh.
Terdapat keanehan pada kenampakan Perbukitan Gendol sebagai hummocky hills. Merujuk penelitian geolog Newhall, tidak terdapat bukit-bukit yang memiliki elevasi yang lebih tinggi dari Perbukitan Gendol pada lereng barat daya Gunung Merapi.
Hal tersebut juga tidak sesuai model 85 hummocky hills dari debris avalanche, sebagaimana ia kutip dari penelitian Ui dkk (2000). Perbukitan Gendol juga tidak menunjukkan morfologi homoklin seperti yang dinyatakan penelitian Murwanto dan Subandrio (1997).
Perbukitan Gendol justru menunjukkan kenampakan morfologi antiform yang tertutup oleh lereng Gunung Merapi
Litologi Perbukitan Gendol juga menunjukkan ciri yang mendukung Perbukitan Gendol bukan merupakan produk debris avalanche dan normal faulting Perbukitan Menoreh.
Batuan penyusun Perbukitan Gendol bukan merupakan batuan beku fragmental yang terdistribusi dalam fasies blok dan matriks yang merupakan ciri khas dari litologi endapan debris avalanche.
Batuan Perbukitan Gendol didominasi lava yang terbentuk secara insitu sehingga jelas batuan Perbukitan Gendol tidak berasal dari Gunung Merapi maupun Perbukitan Menoreh.
Dari hasil kajian struktur geologi, tidak terdapat jigsaw-crack dengan sesar minor pada blok-blok batuan penyusun Perbukitan Gendol.
Kedua karakteristik tersebut merupakan karakteristik khas dari endapan debris avalanche yang adanya mengindikasikan pergerakan massa batuan secara serentak sebelum terjadinya pengendapan.
Menurut Alva Kurniawan merujuk penelitian Camus dkk (2000), terdapat kenampakan jigsaw-crack pada batuan di Bukit Sari yang merupakan bagian dari Perbukitan Gendol.
Namun jigsaw-crack yang dimaksud Camus dkk tidak ditemukan pada penelitian ini.
Hasil observasi singkapan di Bukit Sari menunjukkan tidak terdapat jigsaw-crack pada batuan di Bukit Sari melainkan terdapat kekar jigsaw-fit dan kekar tektonik.
Hasil observasi pada singkapan di Bukit Sari mendukung deskripsi Newhall dkk yang menyatakan tidak terdapat singkapan batuan yang menunjukkan terdapatnya jigsaw-crack baik di Bukit Sari maupun bukit-bukit lain di Perbukitan Gendol.
Hasil observasi pada lereng-lereng curam di Perbukitan Gendol terutama pada sisi timur laut Perbukitan Gendol menunjukkan tidak terdapat ciri-ciri yang menunjukkan bidang sesar yang dicirikan oleh terdapatnya cermin sesar, breksi sesar, dan striasi.
Tidak ditemukannya bidang sesar menunjukkan Perbukitan Gendol bukan merupakan homoklin. Perbukitan Gendol juga bukan merupakan produk normal faulting Perbukitan Menoreh.
Karakteristik petrografi dan geokimia batuan Perbukitan Gendol yang didukung oleh karakteristik morfologi, litologi, dan struktur geologi jelas menunjukkan Perbukitan Gendol tidak terbentuk oleh debris avalanche Merapi maupun normal faulting Perbukitan Menoreh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/perbukitan-gendol-di-salam-magelang_2.jpg)