Berita Sains

Terungkap, Perbukitan di Tepi Jalan Magelang Ini Ternyata Berusia 3,5 Juta Tahun!

Seorang mahasiswa pascasarjana Teknik Geologi UGM, Alva Kurniawan menyimpulkan genesis perbukitan Gendol diakibatkan vulkanisme purba insitu.

Tayang:
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM | Setya Krisna Sumarga
Kawasan perbukitan di Salam, Magelang 

TRIBUNJOGJA.COM, SALAM – Geolog terkemuka asal Belanda, RW van Bemellen menyebutkan perbukitan Gendol yang terletak di Salam, Magelang adalah debris avalanche alias longsoran raksasa Gunungapi Merapi.

Perbukitan yang terletak di tepi Jalan Yogya-Magelang, tepatnya di Kawasan Desa Jumoyo, Gulon, Kadiluwih dan sekitarnya, mudah dikenali karena keberadaan komplek bong Cina atau pemakaman Tionghoa.

Kompleks Pemakaman Tionghoa di tepi Jalan Magelang di Desa Jumoyo, Gulon, Kadiluwih
Kompleks Pemakaman Tionghoa di tepi Jalan Magelang di Desa Jumoyo, Gulon, Kadiluwih (TRIBUNJOGJA.COM | Setya Krisna Sumarga)

Selain van Bemellen yang pendapatnya dirujuk banyak geolog dan vulkanolog selama bertahun-tahun, ada kelompok ahli lain yang mengatakan perbukitan Gendol bukan debris avalanche Merapi, melainkan hasil pelipatan atau normal faulting Perbukitan Menoreh yang lebih tua.

Seorang mahasiswa pascasarjana Teknik Geologi UGM, Alva Kurniawan, membuat kesimpulan berbeda.

Ia melakukan riset cukup mendalam, dan menyimpulkan genesis perbukitan Gendol diakibatkan vulkanisme purba insitu. 

Kawasan perbukitan di Salam, Magelang
Kawasan perbukitan di Salam, Magelang (TRIBUNJOGJA.COM | Setya Krisna Sumarga)

Hasil Penelitian

Dalam tesisnya yang berjudul “Kajian Genesis Perbukitan Gendol di Daerah Muntilan-Salam, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (2016), Alva Kurniawan secara khusus meneliti fakta-fakta gunung-gemunung di Kecamatan Salam, Magelang ini.

Tesisnya itu mengantarkan Alva Kurniawan meraih gelar Magister Sains dari Pascasarjana Teknik Geologi UGM. Tesis itu sudah diuji secara ilmiah dan dipublikasikan. Tribunjogja.com mengutip sebagian isi tesis itu yang dipublikasikan di Academia.edu.

Keberadaan perbukitan Gendol oleh van Bemellen kerap dikaitkan mahapralaya atau petaka besar letusan Merapi 1006 Masehi.

Ini peristiwa yang ditafsirkan sebagai terjadinya sector collapse (longsoran sebagian tubuh gunung) yang menghancurkan puncak serta lereng Merapi pada masa itu. Peristiwa ini menyebabkan kerajaan Mataram pindah ke bagian timur Pulau Jawa.

Dari tesis Alva Kurniawan, serta hasil pengamatan lapangan Tribunjogja.com pada pekan pertama November 2021, perbukitian Gendol adalah unit bentang lahan terisolir yang memiliki ciri sangat unik. Berelief kasar, dan tersusun oleh sekelompok bukit terisolir.

Masing-masing bukit memiliki igir yang mengarah pada arah yang cenderung barat laut - tenggara dan timur laut barat daya.

Bukit-bukit penyusun perbukitan terisolir Gendol terdiri atas Bukit Sari. Di puncak bukit ini terdapat bangunan Candi Gunung Sari yang bercorak Hindhu.

Selanjutnya ada Bukit Pring atau Gunung Pring, Bukit Depok, Bukit Puguhan, Bukit Gendol, Bukit Lempong, Bukit Tugel, Bukit Guling, Bukit Mantingan yang belum lama ini di kakinya ditemukan patirtan kuno.

Peta udara tampak Gunung Merapi
Peta udara tampak Gunung Merapi (Google Earth)

Selanjutnya ada Bukit Singobarong dan Bukit Wukir. Di Puncak Bukit atau Gunung Wukir ini terdapat candi kuno yang selama ini jadi tonggak kehadiran kerajaan Mataram Kuno.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved