Maling Motor di Sleman Beroperasi di Parkiran Masjid, Mengaku Lancarkan Aksi Sebanyak 7 Kali

Unit Reskrim Polsek Godean, berhasil menangkap P (52) warga Sidokerto, Godean, karena diduga menjadi pelaku aksi pencurian sepeda motor (curanmor)

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Polsek Godean menangkap P terduga pelaku curanmor yang diduga sudah beraksi di 7 TKP. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Unit Reskrim Polsek Godean, berhasil menangkap P (52) warga Sidokerto, Godean, karena diduga menjadi pelaku aksi pencurian sepeda motor (curanmor).

Polisi menyebut, pelaku sudah beraksi sebanyak 7 kali dan sasarannya adalah motor yang terparkir di masjid

Kanit Reskrim Polsek Godean Iptu Bowo Susilo menceritakan, kronologi kejadian bermula ketika petugas Kepolisian Sektor Godean mendapat laporan dari masyarakat terkait aksi pencurian sepeda motor.

Lalu, petugas melakukan penyelidikan. Di tengah proses penyelidikan, pada 30 Oktober, petugas mendapat laporan ada orang mencurigakan dan berusaha membawa kabur sepeda motor yang tengah terparkir di sebuah Masjid di Sidoluhur. 

Baca juga: Apresiasi Pemda Dalam Penanganan Covid-19, BNPB Siapkan Anugerah Tangguh Adhiwirasana

Petugas yang mendapat laporan langsung bergerak dan melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Tak butuh waktu lama. Pelaku berhasil ditangkap di Demak Ijo, Gamping. 

"Saat digeledah, didapati ada dua buah kunci letter T yang diduga sebagai alat untuk mencuri," kata dia, Selasa (9/11/2021). 

Polisi kemudian melakukan pengembangan.

Hasilnya, pelaku diduga juga menjadi dalang aksi pencurian motor di beberapa tempat lainnya.

Total ada 7 TKP pencurian motor dan semua aksinya di perkiran sebuah Masjid.

Di antaranya di Sidoluhur, Sidoarum, Jombor - Sinduadi (3 tempat), Nogotirto, dan Wirobrajan Kota Yogyakarta. 

Dari ke-7 lokasi tersebut petugas berhasil mengamankan 6 sepeda motor dari sang penadah.

Sementara satu unit sepeda motor telah dibongkar dan dijual terpisah dengan memisahkan antara rangka dan mesin.

Modus operandi pencurian dilakukan dengan mendatangi Masjid. 

"Kalau (di parkiran) ada sepeda motor yang bisa diambil maka langsung mengambil. Jika tidak ada, maka berpura-pura masuk ke Masjid," terang dia. 

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka di Satu SD di Kasihan Bantul Dihentikan Setelah 8 Orang Terpapar Covid-19

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved