Breaking News:

Eks Kapten PSIM Yogyakarta Beberkan Alasan Gabung Badak Lampung FC dan Misi Khususnya

Eks kapten PSIM Yogyakarta, Raymond Ivantonius Tauntu resmi bergabung dengan tim asal Sumatera, Badak Lampung FC jelang ditutupnya bursa transfer

istimewa
Raymond Tauntu 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Eks kapten PSIM Yogyakarta, Raymond Ivantonius Tauntu resmi bergabung dengan tim asal Sumatera, Badak Lampung FC jelang ditutupnya bursa transfer gelombang kedua Liga 2 2021/2022.

Pemain yang berposisi sebagai gelandang ini diketahui telah diperkenalkan oleh Badak Lampung FC melalui akun media sosial resmi tim sejak hari Minggu (31/10/2021) lalu, di sana Raymond diperkenalkan bersama satu pemain lainnya yang berposisi sebagai penjaga gawang, Dicki Agung.

Menjadi pemain yang masuk di bursa transfer gelombang kedua, Raymond membeberkan alasannya baru meminang klub setelah tidak bergabung dengan tim manapun sejak awal kompetisi Liga 2 2021/2022.

Pemain asli kelahiran Makassar ini menyebut sebelumnya bahkan sudah ada beberapa klub yang sudah menjalin komunikasi untuk merekrutnya menjadi salah satu pemain di klub.

Baca juga: Polres Magelang Berhasil Ungkap 13 Kasus dalam Operasi Sikat Jaran Candi 2021

"Sebelumnya memang sempat ada komunikasi, namun mungkin dari pelatihnya belum, mungkin karena ada pemain lain. Menjelang akhir putaran pertama, kembali ada komunikasi dengan Badak Lampung dan kemudian tercapai titik temu," katanya kepada Tribun Jogja tempo hari.

Untuk itu ia bersyukur saat ini dapat merumput kembali sekaligus menjalankan profesi dan hobinya sejak lama. Namun untuk bermain di putaran kedua ini, Raymond dkk di Badak Lampung FC mempunyai misi yang cukup berat untuk menghindarkan tim dari zona degradasi di Grup B.

"Puji Tuhan, bisa kembali bermain musim ini. Setidaknya bisa membawa Badak Lampung terhindar dari degradasi," tukasnya.

Pada putaran pertama hingga satu pertandingan pekan kedua kemarin, performa Badak Lampung FC dinilai cukup buruk, dari enam pertandingan yang dilakoni, Laskar Saburai menelan empat kali kekalahan, satu kali hasil imbang, dan hanya sekali kemenangan.

Dengan rentetan hasil buruk itu Dalmiansyah dkk harus mendekam di peringkat 5 klsemen sementara Grup B dengan total koleksi empat poin, satu strip di atas juru kunci, PSKC Cimahi yang baru mengemas tiga poin.

Sehingga buntu dari jebloknya penampilan Badak Lampung FC di Liga 2 sepanjang putaran pertama, memaksa manajemen untuk mengakhiri kerja sama dengan pelatihnya, Budiarjo Thalib dan digantikan oleh Rudi Keltjes.

Lantas Raymond mengungkapkan jika persaingan di Grup B cukup berat karena kehadiran tim-tim yang disokong dengan materi pemain yang bagus serta fundamental tim yang kuat. Sebut saja Dewa United yang tak terkalahkan, kemudian Rans Cilegon FC yang memiliki materi pemain dan finansial yang mumpuni.

Tentu saja Dewa United, karena sejauh ini mereka juga belum pernah kalah. Kemudian mungkin Rans FC, yang diperkuat materi pemain berkualitas serta didukung finansial yang bagus. Tegal (Persekat) juga cukup membuat kejutan musim ini, ya semoga Badak Lampung bisa ambil poin penuh," katanya.

Baca juga: FSMR ISI Yogyakarta Gelar Seminar Virtual, Sarana Pertukaran Wawasan dan Ilmu Pengetahuan

Dengan situasi tersebut, Raymond lebih memilih realistis lantaran untuk menjaga asa lolos ke babak delapan besar dinilainya amat berat setelah mengalami hasil buruk di laga-laga sebelumnya.

"Di posisi sekarang peluang untuk lolos mungkin cukup berat, realistis saja. Sebab itu, harapannya semoga bisa memberikan kontribusi, setidaknya Badak Lampung tidak terdegradasi," ujarnya.

Pekan ini, Badak Lampung FC baru saja meraih hasil imbang 1-1 melawan Persekat Tegal, namun nama Raymond belum dapat masuk line up pemain karena masih menjalani hukuman dari Komisi Disiplin PSSI akibat pelanggaran yang ia lakukan saat membela PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo tahun 2019 lalu di Stadion Mandala Krida. (tsf)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved