Berita Bantul Hari Ini

Wabup Bantul : Penyebaran Covid-19 Terbanyak Ada di Kapanewon yang Berbatasan dengan Kota Yogya

Tren Covid-19 pekan ini kembali mengalami kenaikan hingga 111 kasus di mana pekan sebelumnya sempat mengalami penurunan hingga 71 kasus.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo 

TRIBUNJOGJA.COM - Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo memimpin secara langsung Rapat Koordinasi Evaluasi dan Tindak Lanjut Perkembangan Penyebaran Covid-19 di Bantul.

Kegiatan tersebut diselenggarakan di Kampung Mataraman, Panggungharjo, Selasa (2/11/2021).

Dalam kesempatan itu, Joko mengatakan bahwa tren Covid-19 pekan ini kembali mengalami kenaikan hingga 111 kasus di mana pekan sebelumnya sempat mengalami penurunan hingga 71 kasus.

Selain di Kapanewon Sedayu, ia menjelaskan bahwa daerah paling banyak kasus positif Covid-19 berada di Kapanewon yang berbatasan dengan wilayah Kota Yogyakarta seperti Kapanewon Banguntapan, Sewon, Kasihan.

Baca juga: Kasus Covid-19 dari Klaster Takziah di Bantul Menyebar hingga Sleman, Gunungkidul dan Kulon Progo

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati yang juga merangkap sebagai Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul itu mendengarkan berbagai kendala dan capaian yang telah dilakukan oleh Panewu di Kapanewon yang berbatasan wilayah dengan Kota Yogyakarta.

Di mana saat itu para panewu menyampaikan bahwa masih adanya warga atau masyarakat yang belum mau untuk divaksin.

Selain itu ada pula pembahasan tentang izin penyelenggaraan kegiatan atau izin keramaian (pertunjukan, hajatan), dan capaian vaksinasi serta peta wilayah sebaran penularan covid di setiap kapanewon.

Dalam kesimpulannya Wakil Bupati menyampaikan perlunya ada surat edaran memperkuat upaya penewu dan lurah untuk menekan Covid-19 di wilayahnya masing-masing.

Di sana akan mengatur masyarakat yang akan membuat kegiatan kerumunan harus ada izin dari satgas kapanewon melalui lurah, kedua perkuat vaksinasi bagi seluruh warga untuk pembentukan kekebalan komunitas, ketiga optimalisasi jaga warga dan pelaksanaan disiplin prokes.

Baca juga: Antisipasi Klaster PTM, Pemkab Bantul Ambil Sampel Swab ke Sekolah-sekolah

"Keempat penerapan perpres no. 24 tahun 2021 nanti akan kita konsultasikan terlebih dahulu dengan Bupati dan Sekda, jadi semua masyarakat yang akan mencari surat-surat di tingkat kapanewon harus membawa sertifikat vaksin, kelima optimalisasi peran masing- masing lembaga untuk mengingatkan masyarakat," tambahnya.

Sementara itu Kepada Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharja menjelaskan, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah saat pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka, maka pihaknya akan menggelar swab PCR acak kepada siswa dan guru SD hingga SMA sederajat dengan sasaran 1.700 orang di 120 SD, SMP, SMA sederajat di Kabupaten Bantul.

"Ya kalau dalam tes swab PCR hasilnya ada siswa atau guru yang positif akan kita tindak lanjut dengan tracing kontak erat serta sekolah harus tutup sementara," ungkapnya.

Adapun ia mengungkapkan bahwa tes swab PCR ini akan dilakukan secara acak mulai minggu kedua bulan November ini.( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved