Antisipasi Klaster PTM, Pemkab Bantul Ambil Sampel Swab ke Sekolah-sekolah
Pemerintah Kabupaten Bantul terus melakukan tracing dan testing kepada mereka yang terkait kontak erat dengan pasien Covid-19
Penulis: Santo Ari | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul terus melakukan tracing dan testing kepada mereka yang terkait kontak erat dengan pasien Covid-19. Langkah ini dilakukan untuk menghentikan laju penularan Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo menyatakan bahwa tanpa tracing dan testing maka penularan Covid-19 akan terus terjadi.
Maka dari itu, pihaknya pun melibatkan semua komponen dalam melakukan tracing, misalnya melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas
"Semua berkolaborasi, sehingga masyarakat yang terpapar dan kontak erat bisa diidentifikasi, di-tracing kemudian ditesting, begitu positif kita isolasi sesuai dengan kemampuannya. Bisa isolasi di rumah kalau memang memungkinkan," ujarnya, Senin (1/11/2021).
Namun demikian, Agus menyatakan bahwa dari awal Pemkab Bantul telah hadir untuk menjembatani warga, agar dalam melakukan isolasi dapat dilayani oleh fasilitas yang disediakan pemerintah, baik shelter dari kabupaten hingga kalurahan dan padukuhan. Dengan begitu, penularan Covid-19 dapat lebih ditekan.
Agus menyatakan bahwa dalam minggu ini atau minggu depan, pihaknya juga akan melakukan sampling swab ke sekolah-sekolah.
Menurutnya, saat ini kerumunan yang rutin terjadi adalah di lingkup sekolah. Maka jika tidak diantisipasi dengan pengambilan swab, bisa menimbulkan risiko terjadinya klaster baru.
Metodenya adalah sampling swab, dengan jumlah 700 orang per bulan. Mereka yang mendapatkan swab bisa merupakan murid ataupun guru.
Baca juga: Antisipasi Klaster Baru, Pemkab Bantul Akan Evaluasi 3 Kapanewon yang Berbatasan dengan Kota Yogya
Baca juga: Bupati Bantul dan Para Santri Bersih-bersih Pantai Parangtritis
"Ada 700 orang per bulan yang akan kita lakukan sampel swab. Tapi semakin banyak, semakin bagus. Rencananya, kalau tidak minggu ini, ya minggu depan," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu ia juga memaparkan bahwa standarnya, tracing dan testing dilakukan kepada 15 orang yang kontak erat dengan pasien covid-19.
Namun angka tersebut juga bukan patokan, karena pada saat terjadinya penularan Covid-19 di SMKN 1 Sedayu, pihaknya akhirnya melakukan swab kepada seluruh civitas di sana.
"Seperti di Sedayu, hari ini kita (tracing testing) total populasi SMK sebanyak 350 orang," imbuhnya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa BOR rumah sakit untuk pasien Covid-19 hingga hari Minggu (31/10/2021) kemarin, untuk ruang isolasi mencapai 22,47 persen, dan ruang intensif mencapai 35,42 persen.
"Tapi angka ini juga dipengaruhi dengan jumlah bed yang berkurang. Karena ada bed yang akhirnya kembali difungsikan untuk pelayanan biasa. Apalagi sekarang orang tanpa gejala pun juga mendapatkan perawatan di rumah sakit," urainya.
Dalam kesempatan itu ia juga memaparkan capaian vaksinasi di Kabupaten Bantul yang saat ini sudah mencapai angka 80,30 persen dari target sasaran 824.370 orang.
"Vaksinasi harus terus digelorakan dan alhamdulilah sampai kemarin sore (Minggu) yang sudah ter-entry, mencapai 80,30 persen. Tapi kita tidak berhenti, kita ingin 100 persen bisa tervaksin semuanya," tandasnya.(Tribunjogja)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sebanyak-49-santri-di-salah-satu-pondok-pesantren-swab.jpg)