Dinkes Kota Yogyakarta Rencanakan Swab Acak Sekolah Bulan Ini
Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta berencana melakukan swab acak ke sekolah. Tujuannya untuk memastikan tidak ada penularan Covid-19 pasca Pembelajaran
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta berencana melakukan swab acak ke sekolah. Tujuannya untuk memastikan tidak ada penularan Covid-19 pasca Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta dan Kementerian Agama Kota Yogyakarta.
"Kami baru koordinasi dengan Disdikpora dan Kemenag tentang teknis pelaksanaannya," katanya, Senin (01/11/2021).
Baca juga: Ada Dugaan Kekerasan Hingga Pelecehan Seksual di Lapas Kelas II A Yogyakarta, Ini Kesaksian Mereka
Ia menyebut kemungkinan swab acak akan dilaksanakan pada bulan November ini. Saat ini pihaknya tengah melakukan rapat koordinasi internal Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.
"Saat ini sosialisasi ke internal dan membuat jadwal pelaksanaan swab acak. Kemudian (rapat) dengan eksternal OPD (Organisasi Perangkat Daerah)," sambungnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta, Budi Asrori menerangkan belum ada laporan penularan di sekolah meski PTM sudah dilaksanakan lebih dari satu bulan. Hal itu karena sekolah diminta untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Selain itu, ia juga meminta agar sekolah mengecek kesehatan siswa setiap hari. Tujuannya agar siswa yang mengikuti PTM benar-benar dalam kondisi sehat.
Baca juga: Antisipasi Klaster Baru, Pemkab Bantul Akan Evaluasi 3 Kapanewon yang Berbatasan dengan Kota Yogya
"Pokoknya melaksanakan prokes, melakukan skrining terhadap kesehatan anak-anak setiap hari. Mudah-mudahan tidak ada penularan," terangnya.
Satgas Covid-19 di sekolah juga wajib melakukan pemantauan dengan sungguh-sungguh. Tidak hanya memantau saja, guru juga harus bisa menjadi contoh bagi anak didiknya.
"Guru harus bisa menjadi contoh yang baik dalam menerapkan protokol kesehatan. Sehingga siswa memiliki sosok yang dicontoh," imbuhnya. (maw)