Breaking News:

Pilur Serentak, Pemkab Sleman Imbau Warga Gunakan Hak Pilih dengan Bijak

Pelaksanaan Pemilihan Lurah serentak di 33 Kalurahan di Kabupaten Sleman tinggal menghitung hari. Tanggal 28 - 30 memasuki masa tenang, dan

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Ahmad Syarifudin
Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, (DPMK) Kabupaten Sleman, Budiharjo. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pelaksanaan Pemilihan Lurah serentak di 33 Kalurahan di Kabupaten Sleman tinggal menghitung hari.

Tanggal 28 - 30 memasuki masa tenang, dan 31 Oktober pemungutan suara.

Warga diimbau menggunakan hak pilihnya dengan bijak di pesta demokrasi tingkat Kalurahan tersebut. 

Baca juga: Bangsal Pasien Covid-19 di RSUD Prambanan Telah Kosong Sejak Agustus 2021

"Kami sangat mengimbau kepada masyarakat di 33 Kalurahan yang akan menggelar Pilur, menggunakan hak pilih sebaiknya-baiknya, sesuai dengan pilihan," kata Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, (DPMK) Kabupaten Sleman, Budiharjo, Rabu (27/10/2021). 

Ia juga mengingatkan supaya pelaksanaan pemilihan di Kalurahan nantinya harus mengedepankan protokol kesehatan (prokes) ketat, untuk menghindari penularan Covid-19.

Petugas di tempat pemungutan suara menggunakan sarung tangan sekali pakai. Jam undangan bagi masyarakat untuk memilih dibuat berjenjang agar tidak berkerumun. Kemudian disediakan tempat tunggu berjarak. 

Setelah memberikan hak suara, warga diminta segera pulang. 

"Setelah memilih di TPS, kami imbau segera pulang, dan melanjutkan pekerjaan masing-masing," tuturnya. 

Baca juga: Pemkab Bantul Merasa Terbantu dengan Adanya Mobil Ambulans Hasil Patungan Warga Manding

Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di 33 Kalurahan di Sleman digelar pada Minggu, 31 Oktober mendatang.

Tanggal 28-30 hari tenang setelah tiga sebelumnya memasuki masa kampanye.

Budiharjo mengatakan, selama masa kampanye 25 - 27 Oktober, tidak ada laporan pelanggaran. Kampanye berjalan dengan baik. 

Adapun mengenai alat yang digunakan untuk pemungutan suara, saat ini jumlahnya tercukupi. Baik untuk 900an TPS stasioner maupun 91 TPS keliling.

Pilur serentak tahun ini menyediakan TPS keliling. Mereka bertugas memfasilitasi bagi warga (calon pemilih) yang tidak bisa datang ke tempat pemungutan suara. 

"Baik itu lansia, disabilitas maupun bagi warga yang sakit. Tapi sakit bukan karena Covid-19 atau karantina," kata dia. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved