Sebanyak 170 Calon Akan Bersaing di Pilur Gunungkidul, Bupati Harapkan Ada Kompetisi Baik
Hari pencoblosan untuk Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) alias Pemilihan Lurah (Pilur) di Kabupaten Gunungkidul tinggal menghitung hari. Ratusan calon
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Hari pencoblosan untuk Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) alias Pemilihan Lurah (Pilur) di Kabupaten Gunungkidul tinggal menghitung hari.
Ratusan calon yang sudah ditetapkan pun akan bersaing untuk memperebutkan posisi lurah.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul Kriswantoro menyampaikan total ada 170 calon lurah yang ikut serta.
"170 calon lurah ini akan bersaing di Pilur serentak di 58 kalurahan," katanya pada wartawan, Selasa (26/10/2021).
Baca juga: Jalan Sindet-Plencing di Bantul yang Rusak Selama 30 Tahun Akhirnya Diaspal
Adapun hari pencoblosan ditetapkan pada Sabtu (30/10/2021) mendatang. Menurut Kriswantoro, jumlah calon di tiap kalurahan bervariasi mulai dari dua sampai maksimal 5 orang.
Hari ini pun menjadi hari terakhir bagi para calon lurah tersebut untuk menggelar kampanye menggalang dukungan. Kampanye ini sudah berlangsung sejak Minggu (24/10/2021) lalu.
"Sesuai edaran Bupati terkait Pilur, kampanye dilarang digelar dalam bentuk tatap muka," ujar Kriswantoro.
Sebagai gantinya, penyampaian visi-misi calon disampaikan, didokumentasikan, kemudian dipublikasikan lewat sistem informasi milik kalurahan atau akun media sosial. Saat penyampaian visi-misi pun pesertanya dibatasi hanya 30 orang.
Kebijakan ini diambil mengingat saat ini masih dalam suasana pandemi COVID-19. Kampanye tatap muka yang melibatkan massa dilarang guna mencegah terjadinya klaster penularan baru.
"Kegiatan yang sifatnya berpotensi menimbulkan kerumunan tetap dilarang karena masih pandemi," kata Kriswantoro.
Baca juga: Pemkab Kulon Progo Melirik Pengembangan Wisata di Kota Batu
Bupati Gunungkidul Sunaryanta berharap agar para calon lurah menggunakan cara-cara yang terhormat dan baik dal berkampanye. Selain agar mudah diterima masyarakat, cara tersebut juga dinilai sebagai edukasi politik bagi masyarakat.
Ia sendiri menegaskan tetap netral dalam Pilur ini. Pada masyarakat pun, ia tetap berpesan untuk menunjukkan sikap dewasa dalam memberikan dukungan pada calon pilihannya.
"Silakan berkompetisi dengan baik, tetap jaga persatuan dan kesatuan serta saling menghargai perbedaan pilihan," kata Sunaryanta. (alx)