Pemkab Kulon Progo Melirik Pengembangan Wisata di Kota Batu

Keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, Jawa Timur dalam mengembangkan wisatanya dilirik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo

Tayang:
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Kunjungan kerja Diskominfo dan Dinpar Kulon Progo ke Dinpar Kota Batu dalam rangka pengembangan desa wisata. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, Jawa Timur dalam mengembangkan wisatanya dilirik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo untuk mengembangkan desa wisata guna memperkuat sektor pariwisata lokal sebagai sarana media informasi dan promosi. 

Tentunya hal itu yang mendorong Pemkab Kulon Progo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dan Dinas Pariwisata (Dinpar) setempat melakukan kunjungan kerja ke Dinpar Kota Batu

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Arief As Sidiq mengatakan untuk pengembangan wisata, pihaknya mendorong desa-desa di Kota Batu untuk memenuhi standar desa wisata. 

Baca juga: Rangkaian Gempa Terjadi di Jateng, BPBD Kabupaten Magelang Imbau Masyarakat Tak Terpengaruh Hoaks

Sesuai komitmennya memberdayakan masyarakat dengan memanfaatkan potensi alam yang dimiliki. 

"Bahkan setiap desa wisata di Kota Batu memiliki minimal 7 destinasi wisata. Ada juga yang sampai 18 destinasi wisata di setiap desa. Selain itu, hampir semua desa juga memiliki TV desa yang fasilitasnya didukung oleh Kominfo," ucapnya, Selasa (26/10/2021). 

Keberhasilan pengembangan wisata tersebut kemudian berdampak pada kunjungan wisatawan. 

Terbukti pada 2019, kunjungan wisatawan di Kota Batu mencapai 7,25 juta. 

Sehingga pendapatan asli daerah (PAD) di Kota Batu berasal dari sektor pariwisata yang ditarget sebesar Rp 200 Miliar. 

Dengan tingginya wisatawan yang datang tentunya mengharuskan Dinpar Kota Batu memfasilitasi pelayanan kepariwisataan semakin baik melalui Batu Tourism Mall (BTM). 

Di BTM, bermacam-macam asosiasi di bidang pariwisata bersinergi dalam memberikan informasi kepariwisataan. 

"Kita juga siapkan IT pusat informasi pariwisata. Disini (BTM) selain menyediakan konsultasi juga transaksional. Contohnya kalau ada wisatawan yang datang ingin membeli paket wisata akan dilayani oleh teman-teman asosiasi," jelas Arif. 

Di samping itu, BTM juga dilengkapi galeri produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan studio kreatif untuk mendemonstrasikan pelatihan seperti film, fotografi dan lain-lain. 

Baca juga: Meresahkan Warga, Pengamen Berkostum Pocong di Jalanan Klaten Diamankan Satpol PP

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Kulon Progo, Rudiyatno mengatakan di Batu Tourism Mall, berbagai informasi dan asosiasi yang bergerak di sektor pariwisata berkumpul di dalam satu forum sehingga tercipta sinergitas. 

"Berbagai permasalahan terkait kepariwisataan bisa teratasi dan gagasan-gagasan bisa dioptimalkan sehingga menginspirasi Kabupaten Kulon Progo," ucapnya. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved