Program Electrifying Agriculture PLN, Upaya Tingkatkan Produktivitas Usaha Petani di DI Yogyakarta

Di masa kini, listrik adalah kebutuhan prioritas masyarakat untuk melakukan banyak hal, termasuk berproduksi dan meningkatkan perekonomian.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Ardhike Indah
Webinar Program Electrifying Agriculture dalam Meningkatkan Produktivitas Usaha 

Artinya, PLN memiliki cadangan lebih dari 100 persen kebutuhan kelistrikan di DIY. Ia berharap, listrikisasi ini bisa meningkatkan penghidupan yang lebih baik untuk masyarakat.

“Program Electrifying Agriculture ini merupakan salah satu semangat transformasi PLN di pilar Innovative dan Customer Focus dalam meningkatkan pelayanan listrik yang lebih mudah, terjangkau dan andal bagi kalangan di sektor pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan,” ungkap Irwan.

Dia percaya, ketika rumah sudah dialiri listrik, maka akan ada perubahan gaya hidup dan peningkatan produktivitas yang memanfaatkan teknologi.

“Ujungnya nanti, kesejahteraan masyarakat meningkat,” katanya.

Senada, Sugeng Purwanto, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY mengatakan, adanya program listrikisasi di area pertanian itu memang dibutuhkan masyarakat.

Dia menjelaskan, petani bisa hemat biaya produksi hingga 50-60 persen. Ada juga efisiensi biaya operasional karena tidak perlu membeli genset, oli dan biaya perbaikan.

“Ke depan, saya yakin, petani ini akan terus meminta tolong kepada PLN agar areanya juga dipasang listrik. Dengan begitu, produktivitas usaha meningkat, juga pendapatannya. Yang pasti, listrikisasi ini juga ramah lingkungan,” bebernya.

Sugeng melanjutkan, dengan pemakaian listrik, maka masyarakat bisa mengganti kebutuhan sinar matahari yang digunakan untuk menyinari pertanaman buah naga maupun tanaman hidroponik.

“Listrikisasi ini membuat panen optimal karena irigasi juga memanfaatkan listrik. Untuk para Gapoktan, jangan ragu untuk minta ke PLN untuk mengaliri listrik ke daerah masing-masing,” tukasnya.

GKR Bendara selaku Ketua Indonesian Council for Small Business (ICSB) DIY mengapresiasi kinerja PLN yang masif melakukan listrikisasi di daerah-daerah terpencil di DI Yogyakarta.

Gusti Bendara menjelaskan, petani kini memang butuh listrik agar bisa hidup lebih baik dan produksinya meningkat.

“Kalau petani, kebutuhan listrik ini yang paling penting sampai dulu ke sana. Mereka butuh contoh dan fakta. Ini tidak mudah memang, mengingat alam di DI Yogyakarta ada yang bergunung-gunung, berhutan-hutan,” tuturnya.

Ia memprediksi, petani akan merasa adanya efisiensi biaya tatkala sedang memanen hasil panennya setelah sawahnya sudah dialiri listrik.

Baca juga: Jajang Maulana Beberkan Alasannya Gabung Persiba Bantul

“Yang biasanya beli solar gitu Rp 85 ribu, sekarang mereka bisa menggunakan listrik yang membayar lebih murah daripada solar. Pasti mereka akan terasa bedanya,” terangnya.

Maka, GKR Bendara berharap, PLN bisa konsisten untuk menyalakan listrik di daerah terpencil. Petani biasanya membutuhkan fakta bahwa dengan listrik, hasil pertaniannya bisa lebih meningkat.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA
    Komentar

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved