Jajang Maulana Beberkan Alasannya Gabung Persiba Bantul

Persiba Bantul resmi mengontrak total tiga pemain senior, satu pemain yang berposisi sebagai kiper, Ivan Febrianto, Johan Manaji pemain berposisi

istimewa
Jajang Maulana saat berlatih bersama Persiba Bantul. 

TRIBUNJOGJA.COM - Persiba Bantul resmi mengontrak total tiga pemain senior, satu pemain yang berposisi sebagai kiper, Ivan Febrianto, Johan Manaji pemain berposisi sebagai pemain tengah, dan satunya adalah pemain bertahanan, Jajang Maulana, pemain yang sempat membela PSM Makassar dan Sriwijaya FC.

Jajang menceritakan alasannya mau bermain untuk Persiba Bantul kepada Tribun Jogja, Selasa (26/10.2021), katanya ia melihat bahwa Persiba Bantul adalah klub yang besar dan punya sejarah di sepak bola Tanah Air.

Meskipun saat ini tim berjuluk Laskar Sultan Agung itu bermain di kasrta ketiga sepak bola Tanah Air.

Baca juga: Kota Yogyakarta Masih Punya Sekitar 14 Ribu Dosis Vaksin Moderna

"Saya tahu kalau Persiba Bantul ini adalah tim besar di Indonesia, tim yang pernah main di kasta tertinggi. Persiba juga punya basis suporter yang besar, tidak masalah bagi saya buat main di sini," katanya.

Padahal ia bercerita jika sebelum bergabung di Persiba, dirinya sempat ditawari klub Liga 2 Indonesia. Namun ia belum mau mengambil kesempatan itu.

"Sempat ada tim Liga 2 yang menawari, tapi saya belum mau gabung waktu itu, ya karena ada beberapa faktor yang membuat saya masih belum bisa ikut ke tim itu," kata Jajang.

Bergabungnya Jajang ke Persiba sebagai salah satu pemain senior, tentu memiliki target tersendiri. Ia berujar kalau saat ini ingin membawa Persiba bisa disegani lagi Liga Indonesia, tentu dengan membawa tim kebanggaan masyarakat Bantul itu lolos Liga 3 Nasional lebih dulu.

"Pastinya, semua pemain senior di Persiba, termauk Ivan dan Johan punya target ingin bawa Persiba lebih baik, bisa mengembalikan Persiba Bantul di kasta liga yang semestinya," jelas Jajang.

Saat ini Jajang mengaku diirnya masih dalam tahap meningkatkan kualitas fisik, lantaran selama hampir dua tahun pandemi Covid-19 di Indonesia, membuat kompetisi liga berhenti, sehingga fisik para pemain sepak bola cukup mengalami penurunan.

"Ya sekarang saya masih coba buat meningkatkan fisik lagi, karena sewaktu ti tim terakhir kemarin di Kepri Jaya saya sempat cedera lutut, semoga nanti tidak kambuh-kambuhan saja," katanya.

Cedera lutut yang didera oleh Jajang sebetulnya menjadi kekhawatiran, karena cedera yang ia rasakan itu sudah sejak tahun 2015 lalu, saat masih berseragam PSM Makassar.

Kemudian cederanya tersebut sempat kambuh beberapa tahun lalu dan membuatnya harus lebih banyak beristirahat, dan sekarang konsekuensinya Jajang harus meningkatkan fisik lebih lagi.

Untuk diketahui, pemain asli kelahiran Bandung, Jawa Barat ini baru tiba di Bantul pada pekan lalu. Saat ini ia tinggal bersama pemain lainnya di mess Persiba Bantul , kawasan Ngampilan.

Baca juga: Seluruh RT di 9 Kapanewon di Gunungkidul Berstatus Zona Hijau, Kasus Baru Kembali Nihil

Ia merasa senang, karena bermain di Yogyakarta bisa mendapat suasana baru dan berbaur dengan orang-orang baru.

"Di Yogyakarta jadi ada pengalaman baru, saya yang dari Sunda sekarang jadi berbaur dengan orang Jawa, yang bahasa dan makanannya cukup berbeda," tandasnya.

Dengan hadirnya Jajang di skuad asuhan Suwandi HS tentunya diharapkan dapat memperkuat sektor pertahanan, dan mengangkat mental para pemain muda ketika dalam pertandingan.

Terlebih Jajang bakal diharapkan dapat membagi pengalamanya kepada pemain-pemain muda sekaligus sebagai mentor di Persiba Bantul. (tsf)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved