Seluruh RT di 9 Kapanewon di Gunungkidul Berstatus Zona Hijau, Kasus Baru Kembali Nihil
Jumlah RT di Kabupaten Gunungkidul dengan status Zona Hijau COVID-19 terus bertambah. Persentase Zona Hijau di Gunungkidul berdasarkan Zonasi Tingkat
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Jumlah RT di Kabupaten Gunungkidul dengan status Zona Hijau COVID-19 terus bertambah. Persentase Zona Hijau di Gunungkidul berdasarkan Zonasi Tingkat RT pun hampir mencapai 100 persen.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty menyampaikan, berdasarkan pemetaan Zonasi Tingkat RT periode 18-24 Oktober, zona hijau mencapai 99,77 persen.
"Total ada 6.838 dari 6.854 RT yang sudah berstatus Zona Hijau," kata Dewi pada Selasa (26/10/2021).
Baca juga: Sebanyak 170 Calon Akan Bersaing di Pilur Gunungkidul, Bupati Harapkan Ada Kompetisi Baik
Berdasarkan data tersebut, ada 9 kapanewon di mana seluruh RT-nya sudah masuk Zona Hijau. Antara lain Nglipar, Patuk, Paliyan, Tepus, Ponjong, Rongkop, Ngawen, Girisubo, dan Tanjungsari.
Sedangkan untuk Zona Kuning masih ada 16 RT (0,23 persen dari keseluruhan), paling banyak di Wonosari dengan 5 RT. Sementara RT dengan Zona Oranye dan Merah nihil.
Dewi juga melaporkan bahwa hari ini Gunungkidul kembali mencatatkan nol kasus baru serta kasus meninggal dunia. Adapun pasien sembuh bertambah 3 kasus.
"Sampai hari ini ada 23 kasus aktif COVID-19, total meninggal dunia ada 1.026 kasus, dan 16.846 kasus sembuh," ujarnya.
Meski kasus terus melandai dan saat ini Gunungkidul sudah turun ke PPKM Level 2, Dewi menyatakan pihaknya tetap waspada. Sebab potensi penularan COVID-19 masih tetap bisa terjadi.
Apalagi dengan adanya pelonggaran aktivitas masyarakat, maka ia berharap protokol kesehatan (prokes) tetap ditegakkan. Sementara Dinkes terus menyiapkan antisipasi, Satgas juga diharapkan untuk tetap berperan.
"Pengawasan dan pengendalian tetap harus dijalankan," kata Dewi.
Baca juga: Jalan Sindet-Plencing di Bantul yang Rusak Selama 30 Tahun Akhirnya Diaspal
Direktur RSUD Wonosari dr. Heru Sulistyowati sebelumnya mengatakan skenario antisipasi tetap disiapkan. Antara lain dengan melakukan konversi bed untuk penanganan COVID-19 bilamana nantinya dibutuhkan.
Saat ini, RSUD Wonosari hanya menyediakan 28 unit bed penanganan COVID-19. Jumlah ini terus menurun dari sebelumnya yang pernah mencapai 83 unit bed.
"Tetap kami siapkan penambahan ruang perawatan jika dibutuhkan, meski begitu semoga tidak ada lonjakan kasus," kata Heru belum lama ini. (alx)