Program Electrifying Agriculture PLN, Upaya Tingkatkan Produktivitas Usaha Petani di DI Yogyakarta
Di masa kini, listrik adalah kebutuhan prioritas masyarakat untuk melakukan banyak hal, termasuk berproduksi dan meningkatkan perekonomian.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Di masa kini, listrik adalah kebutuhan prioritas masyarakat untuk melakukan banyak hal, termasuk berproduksi dan meningkatkan perekonomian.
Maka dari itu, Perusahaan Listrik Negara (PLN) berkomitmen untuk terus melakukan program Electrifying Agriculture di DI Yogyakarta untuk meningkatkan produktivitas usaha para petani.
“Ini sama saja dengan program listrikisasi yang sebenarnya didesain tidak hanya untuk bidang pertanian, tapi juga perkebunan, perikanan dan sektor agrikultur lainnya. Ini bisa menciptakan efisiensi dalam waktu maupun biaya,” ungkap Eko Sulistyo, Komisaris PT PLN (Persero) dalam Webinar ‘Program Electrifying Agriculture dalam Meningkatkan Produktivitas Usaha’.
Adapun webinar tersebut ditayangkan di YouTube Tribun Jogja Official, Senin (25/10/2021).
Baca juga: Kota Yogyakarta Masih Punya Sekitar 14 Ribu Dosis Vaksin Moderna
Eko menjelaskan adanya program listrikisasi ini juga merupakan cara PLN untuk menekan dekarbonisasi yang saat ini sedang menjadi isu global.
Sebab, pihaknya mengajak masyarakat DI Yogyakarta untuk ikut beralih dari penggunaan diesel atau solar menuju listrik.
“Meskipun kita sadari ya, sampai saat ini, listrik memang masih pakai batu bara sebagai bahan bakar, tetapi paling tidak, transformasi ini adalah jembatan yang penting agar petani bisa beralih dari solar ke listrik,” paparnya.
Eko mengutip sejumlah testimoni dari para petani yang sudah kecipratan pemanfaatan listrik di area pertanian mereka.
Dia menjelaskan, petani bisa menghemat sekitar 80 persen biaya dan waktu. Artinya, listrik menjadi salah satu hal pokok yang membantu mereka berproduksi dan menghasilkan tambahan perekonomian.
“Program electrifying agriculture ini memberikan peluang untuk kalangan milenial agar mereka melihat sektor pertanian ini juga bisa dikembangan. Listrik menjembatani pemikiran itu. Sehingga, banyak anak muda yang mau menjadi petani atau fokus di bidang pertanian,” tuturnya.
Lebih lanjut, Eko mengatakan, kehadiran listrik di masyarakat bisa memberikan efek domino lantaran segala teknologi yang canggih harus dialiri listrik.
Maka, generasi milenial yang bisa masuk ke sektor pertanian memiliki lebih banyak pilihan pekerjaan, termasuk diantaranya mengembangkan perusahaan rintisan maupun memasarkan produk lewat marketplace.
Sementara, M Irwansyah Putra, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jateng dan DIY menambahkan, daya listrik di DI Yogyakarta tidak perlu diragukan lagi.
Ia merinci, DIY memiliki daya mampu 1.560 MW, beban puncak 448 MW dan cadangan hingga 1.112 MW.