Breaking News:

Prosentase Vaksin di Kabupaten Magelang Capai 41,40 Persen

Capaian vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Kabupaten Magelang, terus meningkat. Hingga Sabtu (23/10/2021) telah mencapai 41,40 persen atau 426.093

dok.istimewa
Ilustrasi penyuntikan vaksin 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Capaian vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Kabupaten Magelang, terus meningkat. Hingga Sabtu (23/10/2021) telah mencapai 41,40 persen atau 426.093 suntikan.

Sedangkan dosis kedua 17,14 persen atau 176.4012 vaksinasi. Selain itu dosis ketiga, yang dikhususkan untuk tenaga kesehatan (nakes), mencapai 2.538 suntikan atau 0,25 persen.

"Kami akan terus melakukan vaksinasi di sejumlah tempat. Selain di beberapa fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas, juga di lokasi-lokasi yang ditentukan, salah satunya balai desa. Tim pelaksananya, selain dengan dinas kesehatan juga dengan aparat TNI, Polri, BIN dan lainnya," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi, Minggu (24/10/2021).

Baca juga: Pemeriksaan di Simpul Tak Efektif, Dishub DIY Gelar Patroli Bus Pariwisata 

Ia menambahkan, bahkan untuk mengakselerasi vaksin di sejumlah sekolah dan pondok pesantren di Kabupaten Magelang pengadaan vaksin dilakukan oleh BIN (Badan Intelejen Negara).

Target sasaran vaksinasi yang dilakukan, adalah pelajar dan para santri, total sekitar 3.500 orang. 

"Semoga apa yang kami lakukan bersama sejumlah lembaga ini, dapat membantu tercapainya target vaksinasi pemerintah khususnya di wilayah Kabupaten Magelang. Di sisi lain juga untuk pembentukan herd immunity serta menghambat laju penyebaran Covid-19," harapnya.

Tujuan lain, juga agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal termasuk proses pembelajaran dan ekonomi nasional kembali pulih.

Sementara itu, kasus pasien Covid-19 maupun meninggal juga mengalami penurunan. Justru ada tambahan pasien sembuh. Mereka tersebar di Kecamatan Mertoyudan, Borobudur dan Secang. 

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Berjalan, Disdikpora Gunungkidul Minta Sekolah Tingkatkan Pengamanan

"Dengan tambahan ini, jumlah kumulatifnya menjadi 22.880 orang. Rinciannya, 28 dalam penyembuhan, 21.743 sembuh dan 1.109 meninggal," lanjut Nanda.

Sedangkan pasien suspek, ada tambahan 2 pasien baru. Ketiganya berasal dari Kecamatan Borobudur, Sawangan, dan Dukun.

"Kini jumlah total pasien suspek menjadi 2.943 orang. Terdiri dari 40 dirawat, 2.367 sembuh, 40 isolasi mandiri dan 496 selesai menjalani isolasi mandiri," pungkasnya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved