Breaking News:

Tomi Target Sate Sianida yang Menewaskan Anak Ojol di Bantul Hadir di Persidangan, Ini Pengakuannya

Kasus sate sianida yang menelan korban meninggal, anak dari sopir ojek online (ojol), NF (10) dengan terdakwa NA (25) kembali disidangkan, Kamis (21

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Santo Ari
Aiptu Tomi memberikan kesaksian dalam persidangan kasus sate sianida, kamis (21/10/2021) 

Saat itu Tomi yang merupakan anggota reskrim Polresta Yogyakarta sedang memburu pelaku pencurian kendaraan bermotor. 

Setelah mendapat telepon dari Bandiman, Tomi pun menghubungi istrinya yang berada di rumah.

Ia meminta kepada istrinya agar paket takjil tersebut dikembalikan kepada si pengirim. 

"Saya tidak tahu siapa pengirimnya. Paket itu tidak sempat di bawa istri. Dan langsung minta untuk dikembalikan," imbuhnya. 

Saat ditanya apakah Tomi tahu bahwa dalam paket itu ada sate beracun, Tomi mengatakan bahwa ia baru mengetahuinya satu hari kemudian. 

"Selang satu hari, saya ditelepon istri kalau paket kemarin beracun. Tahu dari istri, anak kecil korbannya," ungkapnya. 

Tomi pun mengaku bahwa tidak mengetahui bahwa NA lah yang membeli racun itu. Ia baru mengetahuinya setelah kasus itu terungkap dan muncul di pemberitaan media massa. 

Adapun kasus sate sianida terjadi pada 25 April lalu. Terdakwa, NA membubuhkan racun ke bumbu sate yang akan dikirimkan ke Tomi. 

Namun, sate itu salah sasaran dan justru menewaskan anak seorang sopir ojol berusia 10 tahun di Sewon, Kabupaten Bantul.  

Adapun Bandiman (47) ayah anak tersebut menerima order secara offline dari NA di seputaran Gayam Kota Yogyakarta.  

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved