Pertamina: Stok Solar Ada, Hiswana: Pembatasan Kuota, Organda: Capek Ngomong ke Pemerintah
Menyusutnya stok Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Bio Solar mendapatkan respon dari berbagai kalangan termasuk Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, Org
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Akibat waktu tempuh yang bertambah itu, para pengusaha bus harus kehilangan margin sebesar 5 persen, karena sudah mengubah rute perjalanan demi mendapatkan solar.
"Misal muter-muter itu biaya yang keluar 5 persen ada, itu kan nominal saja. Yang kami sayangkan itu kan waktunya jadi panjang," tegas dia.
Sementara apabila kelangkaan solar disiasati dengan mengurangi armada bus yang akan beroperasi, para pengusaha angkutan darat itu sudah terikat kontrak dengan konsumen. "Kalau pengurangan kendaraan gak bisa, tiket sudah terjual soalnya," paparnya.
Hantoro menambahkan, kelangkaan bahan bakar minyak jenis solar ini sudah ia rasakan sudah sekitar satu bulan.
Para anggota Organda DIY hanya pasrah dengan kondisi ini, sebab menurut Hantoro menyuarakan keluh kesahnya terkait kelangkaan solar ini kepada pemerintah selalu berakhir mengecewakan.
"Sekitar satu bulan ini langka. Kalau saya ini udah males ngomong ke pemerintah. Udah capek, buang-buang energi," tegasnya.
Tanggapan Pertamina
Pertamina mengaku tetap berusaha memenuhi kebutuhan BBM jenis solar. "Terkait kenaikan signifikan solar subsidi, Pertamina berkomitmen untuk memenuhinya dan paralel berkoordinasi dengan BPH Migas untuk terkait kuota Solar subsidi," kata Unit Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibilty (CSR) Pertamina MOR IV Brasto Galih Nugroho, dihubungi Minggu (17/10/2021).
Brasto menambahkan, Pertamina Patra Niaga memastikan stok maupun proses penyaluran (supply chain) aman berjalan dengan baik, bahkan telah dilakukan penambahan penyaluran Solar subsidi dibeberapa wilayah yang mengalami peningkatan konsumsi secara signifikan.
Selain penambahan penyaluran, lanjut Brasto, Pertamina juga memastikan kecukupan dan distribusi Solar subsidi, mengoptimalkan produksi kilang, serta melakukan monitoring penyaluran agar tepat sasaran antara lain dengan sistem digitalisasi dan pemantauan secara real time melalui Pertamina Integrated Command Centre (PICC).
"Dalam proses penyalurannya pun, Pertamina Patra Niaga juga mematuhi regulasi dan ketetapan pemerintah yang berlaku," ungkapnya.
Masih kata Brasto, saat ini Pertamina Patra Niaga terus melakukan penghitungan proyeksi kebutuhan Solar Subsidi dan memastikan suplai itu dapat memenuhi peningkatan demand yang terjadi.
Adapun untuk stok dan penyaluran BBM non subsidi seperti Dexlite, Pertamina Dex, Pertamax, dan Pertalite, Pertamina pastikan dalam kondisi aman, sehingga masyarakat diimbau tidak perlu khawatir.
Dia juga memastikan untuk wilayah Jawa Tengah (Jateng) DIY stok solar saat ini masih terbilang aman.
"Stok di fuel terminal kami pastikan ada dan tidak langka," tegas Brasto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pertamina-sebut-stok-solar-ada-dan-aman-organda.jpg)