Breaking News:

Yogyakarta

Klaster Baru terus Bermunculan di DI Yogyakarta, Sri Sultan HB X : Semoga Bukan dari Pariwisata

Sultan HB X belum bisa memastikan apakah kemunculan klaster-klaster tersebut disebabkan karena kebijakan pelonggaran yang diberlakukan pemerintah.

TRIBUNJOGJA.COM / Yuwantoro Winduajie
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sri Sultan Hamengku Buwono X angkat bicara soal kemunculan berbagai klaster Covid-19 di DI Yogyakarta.

Seperti diketehaui, sejumlah klaster baru ditemui di sejumlah kabupaten, padahal tren penularan mulai menunjukkan perbaikan.

Yakni klaster tilik atau menjenguk orang sakit dan klaster senam sehat di Bantul.

Di Gunungkidul juga muncul klaster pondok pesantren di mana ada belasan warga yang dinyatakan positif Covid-19.

Baca juga: Pasien Covid-19 dari Klaster Senam di Bantul Bertambah

Menanggapi fenomena itu, Raja Keraton Yogyakarta ini belum bisa memastikan apakah kemunculan klaster-klaster tersebut disebabkan karena kebijakan pelonggaran yang diberlakukan pemerintah.

Sebab, tiap akhir pekan, wisatawan asal luar daerah selalu berbondong memadati wilayah DI Yogyakarta karena tak ada pembatasan mobilitas.

"Saya kan sudah bilang dari kemarin kita ini kan masih fluktuatif naik turun naik turun terus. Ya ini proses saja. Semoga saja bukan karena dibukanya pariwisata dan sebagainya," jelas Sri Sultan di Kompleks Kepatihan, Jumat (15/10/2021).

"Kita ngayem-ngayemi awak e dewe (menenangkan diri sendiri) karena kita tidak bisa menyatakan ini hasil klaster dari dibukanya pariwisata atau enggak," tambah Sultan.

Sri Sultan lantas meminta masyarakat untuk tak lelah mematuhi aturan dalam kebijakan PPKM Level 3 serta menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas kesehariannya.

Baca juga: BREAKING NEWS : Klaster Penularan Covid-19 Muncul di Ponpes di Gunungkidul, Ini Penjelasan Dinkes

Sebab, upaya penanggulangan pandemi tidak hanya bergantung dari kebijakan pemerintah saja melainkan juga dari peran serta masyarakat itu sendiri.

Dengan demikian, Sri Sultan berharap agar tren penambahan kasus di wilayah ini tetap melandai.

"Semoga besok (kasus) turun, jadi yang jaga bukan hanya dari Pemda tapi juga masyarakat ikut menjaga. Karena memang masih fluktuatif," imbuhnya.

"Tapi ya kalau masyarakatnya lelah kita juga lelah terus gimana. Tapi sebetulnya kita tidak boleh lelah karena memang pandemi masih ada," sambung Sri Sultan. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved