Kisah Nyata 'The Burari Deaths' : 11 Orang Sekeluarga Meninggal dalam Posisi Tergantung

Kisah kematian 'The Burari Death' kembali muncul ke permukaan seiring rilisnya serial dokumenter netflix berjudul House of Secrets : The Burari Deaths

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Netflix India
Serial dokumenter dari kisah nyata berjudul 'House of Secrets: The Burari Deaths' tayang di Netflix 8 Oktober 2021 

TRIBUNJOGJA.COM - Kisah kematian 'The Burari Death' kembali muncul ke permukaan seiring dengan rilisnya serial dokumenter netflix yang berjudul House of Secrets : The Burari Deaths. Serial dokumenter itu memang mengangkat latar belakang cerita tragedi meninggalnya 11 orang sekeluarga dalam satu rumah.

Sebagai informasi, ini terjadi pada sebuah keluarga di Bhatia, Burari, Delhi, India pada tahun 2018 lalu.

Sepuluh anggota keluarga ditemukan dalam posisi tergantung, sedangkan anggota keluarga tertua, nenek, meninggal dengan cara dicekik.

Mayat mereka ditemukan pada 1 Juli 2018; di pagi hari setelah kematian pada malam harinya. Saat itu, polisi menyimpulkan bahwa kejadian ini merupakan tindakan bunuh diri massal.

Dalam sebuah artikel yang ditayangkan The Hindu, disebutkan bahwa keluarga ini sama seperti keluarga dari golongan kelas menengah lainnya.

Mereka mapan tanpa memperlihatkan sedang menghadapi permasalahan.

Mereka menetap, memiliki tempat tinggal yang nyaman, dan fokus pada perencanaan masa depan yang lebih baik.

Oleh sebab itu, orang-orang sangat terkejut ketika mereka akhirnya ditemukan dalam posisi tergantung.

Atap untuk mengikatkan tali
Atap untuk mengikatkan tali (Netflix India)

Baca juga: Fakta Kematian 11 Orang di Serial Dokumenter Netflix, House of Secrets: The Burari Deaths

Tak ada yang selamat dalam peristiwa itu, hanya seekor anjing peliharan mereka yang terikat.

Seorang anggota kepolisian yang kali pertama masuk ke rumah itu mengungkap apa saja yang ia temukan.

Rajeev Tomar, nama polisi itu.

"Selama 17 tahun berkarier di kepolisian, saya belum pernah menyaksikan tempat kejadian perkara seperti ini. Dan saya berharap tidak akan lagi menyaksikan hal serupa," katanya.

Tomar memasuki rumah itu pada 1 Juli sekitar pukul 7.18 pagi hari tak lama setelah adanya panggilan darurat.

“Sangat mengerikan. Saya hanya sanggup berada di sana selama 10-15 detik sebelum bergegas turun untuk memanggil senior saya. Saat itu saya tidak melihat tangan siapa yang diikat dan mata siapa yang ditutup. Saya hanya melihat banyak mayat bergelantungan, seperti dahan pohon,” kenang Pak Tomar.

Baca juga: Serial Dokumenter House of Secrets : Nasib Rumah Burari Pascakematian Tragis 11 Anggota Keluarga

Adapun di lantai pertama rumah terdapat mayat Bhavnesh Singh (50); saudaranya, Lalit Singh (45); istri mereka, Savita (48) dan Tina (42); anak-anaknya, Neetu (25), Monu alias Maneka (23), Dhruv alias Dushyant (15) dan Shivam (15); saudara perempuan mereka Pratibha alias Baby (48) dan putrinya Priyanka (33) ditemukan tergantung dalam formasi melingkar; Pratibha tergantung agak jauh dari kelompok tersebut. Sementara sang ibu, Narayan Devi, 77 tahun, ditemukan tewas di lantai di kamar sebelah.

Kematian, awalnya diduga sebagai kasus pembunuhan karena anggota badan diikat, dengan penutup mata dan mulut disumpal.

Namun akhirnya terungkap setelah penyelidik menemukan buku harian yang ditulis dengan catatan yang merinci situasi seperti apa yang mereka hadapi.

Berdasarkan buku harian tesebut, polisi menduga itu adalah kasus ritual yang salah, yang mengarah ke apa yang bisa disebut "bunuh diri massal".

Polisi mengatakan buku harian itu didikte oleh Lalit yang percaya bahwa "roh" ayahnya Bhopal Singh, yang meninggal pada 2007, sedang berkomunikasi dengannya dan memerintahkannya untuk melakukan 'badh tapasya [pemujaan pohon beringin]' demi kemajuan keluarga.

Sebuah pertanyaan yang membingungkan banyak orang adalah bagaimana anggota keluarga, termasuk yang berusia 15 dan 25 tahun, setuju untuk mengikatkan tali di leher mereka dan percaya bahwa mereka akan selamat dari ritual tersebut?

Psikolog berkomentar bahwa kematian ini adalah akibat dari 'gangguan psikotik bersama' di mana anggota kelompok secara membabi buta mempercayai salah satu di antara mereka dan mengikuti instruksi apa pun tanpa mempertanyakannya.

Psikolog merasa bahwa Lalit menderita 'gangguan delusi'. (*/Berbagai Sumber/The Hindu)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved