Breaking News:

Siswa di Bantul Boleh Memakai Pakaian yang Warnanya Senada Seragam Saat Pembelajaran Tatap Muka

Pembelajaran Tatap Muka secara terbatas telah berlangsung. Setelah hampir dua tahun para siswa melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ), kini mereka

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
dok.istimewa
ilustrasi berita pendidikan 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pembelajaran Tatap Muka secara terbatas telah berlangsung. Setelah hampir dua tahun para siswa melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ), kini mereka harus berangkat ke sekolah.

Hal ini menyebabkan permasalah seragam, semisal seragam yang sudah tidak muat di tubuh atau siswa kelas 7 yang belum mampu membeli seragam baru.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul, Isdarmoko menyatakan bahwa pihaknya memperbolehkan para siswa untuk tidak mengenakan seragam karena adanya keterbatasan.

Baca juga: ITNY Gelar Vaksinasi Massal Jelang Kuliah Tatap Muka

Ia memantau ada siswa kelas 7 yang sudah duduk di bangku SMP, tapi harus mengenakan seragam SD, merah putih.

"Banyak juga anak yang sudah SMP pakai seragam merah putih. ya tidak apa-apa. Hakekatnya kan bukan itu, apalagi ini masa pandemi Covid-19, dan situasi kondisi juga sulit," ujarnya Selasa (12/10/2021).

Ia lebih menitikberatkan agar PTM tetap dapat berjalan, namun tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes).

Maka aturan berseragam pun menjadi fleksibel. Bahkan ia memperbolehkan siswa mengenakan pakaian yang warnanya senada dengan warna seragam.

"Jadi menyesuaikan. Putihnya tidak sama juga tidak apa-apa. Untuk bawahan warnanya tidak sama juga tidak apa-apa," imbuhnya.

Disdikpora Bantul tidak melarang anak yang tidak berseragam untuk mengikuti PTM. Isdarmoko mengakui bahwa masih ada siswa yang belum memakai seragam.

Namun menurutnya, lambat laun orang tua juga akan mengusahakan agar anak mereka bisa mengenakan seragam sekolah.

Baca juga: Modus Meminta Sumbangan Puluhan Juta, Penipu di Kota Magelang Diringkus Polisi

Sementara itu Kepala Sekolah SMP 3 Pleret, Darsiti menyatakan bahwa tidak ada permasalahan tentang seragam di SMP 3 Pleret.

"Mereka sudah mengikuti aturan. Kelas 7 malah seragamnya baru-baru. Mereka sudah punya seragam dan tidak ada kendala," ujarnya.

Justru menurutnya, kendala yang terjadi pada awal PTM adalah masih ditemukan beberapa anak yang terlamat datang ke sekolah.

"Karena mereka terbiasa jarak jauh, katika harus berangkat pagi ke sekolah, sebagian yang kelas 9 ada beberapa yang masih terlambat, karena katanya bangunnya kesiangan," ungkapnya.

"Mereka kan sudah besar-besar, mungkin malamnya begadang, orang tua tidak membangunkan akhirnya terlambat. Tapi itu hanya beberapa, satu dua orang anak," tandasnya. (nto)  

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved