Breaking News:

Pemkab Klaten Targetkan 300 Hektare Sawah Ditanami Padi Rojolele Srinar dan Srinuk Tahun 2022

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Klaten menargetkan tahun 2022

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Penampakan tanaman padi rojolele jenis srinuk di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Senin (11/10/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten melalui Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Klaten menargetkan tahun 2022 sekitar 300 hektare sawah ditanami padi rojolele.

Hal itu guna memenuhi kebijakan Pemkab Klaten terkait kewajiban para aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di daerah itu untuk membeli beras produksi petani lokal.

"Untuk tahun ini ada sekitar 100 hektare yang dikembangkan di tiga wilayah, salah satunya di wilayah Polanharjo," ucap Kepala DPKPP Klaten Widiyanti saat TribunJogja.com temui di Desa Kahuman, Senin (11/10/2021).

Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta 12 Oktober 2021: Tambah 33 Kasus Baru, 81 Pasien Sembuh

Selain tanaman padi yang masuk pengembangan di lahan seluas 100 hektare itu, diakui Widiyanti juga terdapat sekitar 50 hektare sawah yang ditanami oleh padi jenis rojolele oleh petani lokal secara mandiri.

"Jadi totalnya tahun ini ada sekita 150 hektare tanaman padi rojolele srinar dan srinuk yang telah ditanami di Klaten," ucapnya.

Menurutnya, padi jenis rojolele seluas 150 hektare itu tersebar di sejumlah kecamatan yakni, Kalikotes, Polanharjo, Delanggu, Wonosari, Juwiring, Karanganom, Trucuk, Ceper, Jogonalan, Karangnongko, manisrenggo dan Klaten Selatan.

Kemudian, lanjut dia, untuk memenuhi kebutuhan ASN di Klaten, setidaknya pihaknya butuh sekitar 300 hektare sawah yang menanami padi varietas rojolele itu.

"Kalau untuk kebutuhan belum terpenuhi karena kita ada 9.300 ASN. Nah ini satu tahun kita paling tidak butuh 300 hektare sawah yang menanami padi varietas ini," ucapnya.

Untuk memenuhi itu, Widiyanti mengatakan saat ini pihaknya tengah gencar melakukan sosialisasi ke para petani agar mau menanam padi jenis rojolele srinar dan srinuk yang merupakan padi yang dikembangkan oleh Pemkab Klaten tersebut.

Baca juga: DPRD Kota Yogyakarta Berharap Revitalisasi Pedestrian Jalan Perwakilan Bisa Mendongkrak Ekonomi

"Kita terus gencar lakukan sosialisasi seperti rajin lakukan panen raya agar petani yakin jika padi rojolele srinuk dan srinar hasilnya tidak kalah dengan varietas lainnya," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Tunas Karya III Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Sugiyarta mengatakan jika di desa itu terdapat 40 hektare sawah yang ditanami padi rojolele srinar dan srinuk.

"Petani untung menanamnya karena hasilnya bagus, harga tinggi dan perawatan juga mudah. Apalagi batangnya itu keras dan tidak mudah roboh jika diterpa angin kencang," imbuh dia. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved