Breaking News:

Ini Dia Robot-Robot dari Bantul 

Berawal dari hobi mengoleksi sepeda motor tua, Eri Sudarmono,membuat replika robot berbahan dasar onderdil motor bekas

Penulis: Santo Ari | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM/ Santo Ari
UKURAN RAKSASA - Replika robot karya Eri Sudarmono yang berada di workshop-nya di Kauman, Gilangharjo, Pandak, Bantul, Senin (12/10/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Berawal dari hobi mengoleksi sepeda motor tua, Eri Sudarmono (42) warga Padukuhan Kauman, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Bantul, membuat replika robot berbahan dasar onderdil motor bekas. Karya tersebut ternyata laku kelas di pasar luar negeri.

Eri pun mampu bertahan di tengah kondisi pandemi setelah sebelumnya juga sempat terdampak. "Awalnya saya bekerja membuat lukisan dan dekorasi. Dan karena pandemi ini sempat tidak ada kerjaan selama 6 bulan. Terus kebetulan buyer saya dulu, yang sering pesan lukisan, meminta dibikinkan robot dari bahan metal atau besi," ujarnya saat ditemui di workshop-nya, ER Studio Art, Selasa (12/10/2021).

Meski belum pernah membuat replika robot dari besi, ia tetap menyanggupi permintaan kliennya yang berasal dari Cina itu. Eri cukup percaya diri, karena ia memang memiliki latar belakang pendidikan seni. Eri sempat mengenyam pendidikan di ISI Yogyakarta jurusan kriya.

"Akhirnya, ilmu saya di kampus bisa saya terapkan, walaupun saya dulu juga tidak lulus (kuliah)," ujarnya.

Eri menggabungkan hobi dan ilmu seni kriya menjadi sebuah karya replika robot berbahan dasar onderdil motor bekas itu. Dalam satu bulan, ia bisa membangun sebuah replika robot setinggi 2,5 meter. "Buyer saya di China itu juga menjual kembali robot saya. Ternyata di sana laku dan banyak peminatnya. Lalu, pesanan kedua minta 10 robot, dia suka desain dan bahannya," ujarnya.

Sekilas, replika robot yang dibuatnya terlihat seperti karakter di film Transformers. Eri mengakui, bahwa ia sendiri menyukai tokoh-tokoh tersebut. Sehingga dalam membuat replika tersebut, tak ada kata susah. Dia sangat menikmati proses pengerjaannya.

Dengan banyaknya permintaan, semakin banyak juga karyawan di tempatnya. Kini sudah ada 12 karyawan yang bekerja di workshop-nya. Jika dulu dalam satu bulan ia hanya bisa membangun satu replika robot tanpa kerangka, namun kini dalam satu bulan ia bersama karyawannya bisa membangun 5 hingga 8 replika robot dengan diperkuat kerangka.

Untuk bahan dasarnya, ia membongkar motor-motor bekas. Seperti Yamaha V75, Honda C70, dan Suzuki Family. Selain itu ada pula onderdil bekas dari motor Honda Tiger, Honda Megapro, Suzuki Thunder, dan lain-lain. "Saya cari di rosok, selain itu penjual motor-motor lama masih banyak. Biasanya beli di sekitar Jogja dan Klaten. Untuk harganya sekitar 500 ribu sampai 800 ribu satu motor," ujar Eri.

Proses kreatif
Dalam proses pengerjaan, motor yang datang akan dibongkar oleh mekanik, kemudian dibersihkan. Proses setelahnya adalah membuat kerangka utama dan menempel onderdil motor dengan las. Langkah terakhir adalah pengecatan.

"Saya hanya pakai bahan dari besi atau alumunium. Misalnya jok motor, atau yang berbahan plastik tidak saya pakai," urainya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved