Breaking News:

Diteror Pinjol Padahal Tak Merasa Punya Utang? Lakukan 3 Hal Ini

Jika oknum pinjol ilegal masih menghubungi dan melakukan intimidasi, masyarakat diminta OJK untuk menghubungi pihak kepolisian terdekat.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
Freepik.com
Ilustrasi pengguna pinjol 

Tribunjogja.com - -Pinjaman online (pinjol) ilegal semakin meresahkan masyarakat. Cara-cara penagihan pinjol ilegal membuat tak nyaman.

Bukan hanya orang yang meminjam uang online saja, kontak di HP peminjam juga sering tak luput dari teror penagihan.

Tak jarang oknum pinjol juga kedapatan melakukan penagihan ke masyarakat yang tidak melakukan pinjaman.

Jika Anda diteror pinjol ilegal padahal tak merasa utang, apa yang harus dilakukan?

Ilustrasi Financial Technology (Fintech)
Ilustrasi Financial Technology (Fintech) (IST)

Dilansir dari Kompas.com, terkait dengan modus tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan, penagih merupakan pinjol ilegal.

Pasalnya, pinjol terdaftar atau berizin di OJK tidak diperbolehkan menghubungi nasabahnya tanpa izin yang bersangkutan.

“Pernah ditagih pinjol padahal tidak meminjam ? Bisa dipastikan ilegal,” tulis OJK, dalam unggahan akun resmi Instagramnya.

Jika oknum pinjol ilegal masih menghubungi dan melakukan intimidasi, masyarakat diminta OJK untuk menghubungi pihak kepolisian terdekat.

Ilustrasi fintech
Ilustrasi fintech (www.thinkstockphotos.com)

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, OJK mengingatkan kembali kepada masyarakat untuk menjaga keamanan data pribadi.

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Aplikasi Pinjol Bisa Tahu Nomor Kontak Teman-teman Si Peminjam

“Jangan mengklik link yang dikirimkan melalui SMS, WhatsApp, email, atau sarana komunikasi lainnya dari sumber yang tidak jelas,” tulis OJK.

Sebagai informasi, pengaduan terkait pinjol ilegal dapat dilakukan melalui 3 kontak yang bener berbeda, yaitu:

1. Lapor ke pihak kepolisian melalui situs https://patrolisiber.id dan info@cyber.polri.go.id.

2. Lapor ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di hotline 157, WhatsApp 08115715715, email konsumen@ojk.go.id, atau email waspadainvestasi@ojk.go.id.

3. Lapor ke Kemenkominfo di laman aduankonten.id, email aduankonten@kominfo.go.id, atau WhatsApp di nomor 08119224545.(*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved