Kabupaten Bantul

Vaksinasi di Kalurahan Ringinharjo Bantul Capai 87%

Kalurahan Ringinharjo sendiri memiliki 7.800 jiwa dengan target sasaran warga yang layak vaksin mencapai 6.700-an orang.

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
dok.istimewa
Ilustrasi penyuntikan vaksin 

TRIBUNJOGJA.COM - Tren penularan Covid-19 di Kabupaten Bantul masih landai dan konsisten rendah.

Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul per Kamis (7/10/2021), kasus konfirmasi Covid-19 bertambah 9 orang.

Selain itu angka kesembuhan hari itu sebanyak 20 orang dengan tidak ada pasien yang meninggal.

Covid-19 di Bantul turun drastis dengan kasus harian turun mencapai 96,91 persen dan vaksinasi sudah mencapai 72,39 persen.

Satu di antara kalurahan yang berhasil menekan angka penyebaran Covid-19 adalah Kalurahan Ringinharjo di Kapanewon Bantul.

Baca juga: Vaksinasi di Bantul dan Gunungkidul Rendah, Sri Sultan HB X: Kalau Jam 12 Bubar Nggak Bakal Selesai

Lurah Ringinharjo, Sulistya Atmaji menjelaskan bahwa selama dua minggu terakhir daerahnya sudah berzona hijau.

"Tidak ada yang dirawat di shelter dan tidak ada yang di rumah sakit. Itu sudah berjalan 2 minggu sampai hari ini," ungkapnya.

Menurutnya ini adalah merupakan capaian atas kerja relawan Covid-18 yang bersinergi hingga tingkat RT dan padukuhan.

Kalurahan Ringinharjo sendiri memiliki 7.800 jiwa dengan target sasaran warga yang layak vaksin mencapai 6.700-an orang.

"Vaksinasi juga sudah melebihi target. Herd immunity sudah di atas 80 persen. Minggu ini sudah mencapai 87,25 persen," imbuhnya.

Selain dari dukungan masyarakat, pencapaian ini juga atas bantuan dari Dana Desa (DD) di mana 8% dana tersebut dikhususkan untuk penanganan Covid-19.

"Dana desa sangat membantu sekali, karena kebutuhan waktu itu biayanya sangat besar sekali. Karena belum semua kalurahan siap peralatan terkait pandemi Covid-19, artinya butuh pembelanjaan yang sangat besar. Dan kalau tidak pakai dana desa yang 8 pesen itu, pasti tidak bisa jalan," urainya.

Ia mencontohkan, alokasi anggaran tersebut digunakan untuk penanganan kematian karena Covid-19.

Baca juga: Sri Sultan HB X Sebut Capaian Vaksinasi di Bantul Rendah, Ini Kata Dinkes Bantul

Di mana dalam prosesnya, membutuhkan banyak peralatan termasuk alat pelindung diri (APD).

"Kalau tidak ada 8 persen dari dana desa akan repot, jadi itu sangat membantu sekali. Dan untuk anggaran selanjutnya, kami juga diminta untuk menyisihkan lagi 8 persen dari dana desa. Selain untuk tetap memenuhi kebutuhan disinfektan, masker dan lain-lain juga akan fokus ke edukasi," terangnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved