Wonokerto Sleman Butuh Anak Muda untuk Jaga Lingkungan dan Lestarikan Kebudayaan

Menjaga lingkungan dan melestarikan kebudayaan adalah dua hal prioritas yang harus dilakukan di Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
istimewa
Pembina dan Penanggung Kegiatan Merti Bumi Kalurahan Wonokerto, Turi, Sleman, Baroji 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Menjaga lingkungan dan melestarikan kebudayaan adalah dua hal prioritas yang harus dilakukan di Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman.

Sebagai daerah penyangga resapan air, Wonokerto memiliki peranan penting untuk menyimpangan cadangan air hujan agar tidak ada kekeringan di Bumi Sembada.

Untuk itu, Pembina dan Penanggung Kegiatan Merti Bumi Kalurahan Wonokerto, Baroji mengajak generasi muda mulai mencintai daerahnya, termasuk lingkungan dan kebudayaan yang sudah turun-temurun dari nenek moyang.

“Secara rutin, kami menggelar acara Merti Bumi sebagai wujud syukur terhadap anugerah yang diberikan Tuhan YME kepada kami. Salak pondoh kami melimpah sampai sekarang dan jadi sumber penghidupan. Pemuda juga harus melibatkan diri di sini untuk ikut jaga lingkungan dan rawat kebudayaan,” buka Baroji kepada Tribun Jogja, Sabtu (2/10/2021).

Baca juga: Pengembangan Pasar Tani di 12 Kapanewon di Kulon Progo Sebagai Upaya Pemulihan Ekonomi 

Upacara Adat Merti Bumi adalah kependekan dari Memetri Bumi. Kegiatan turun temurun itu dilakukan lintas generasi dan dilaksanakan setiap bulan Sapar.

Sejak dini, pemuda sudah dikenalkan bagaimana caranya melakukan Merti Bumi agar rezeki dan berkah selalu melimpah bagi masyarakat Wonokerto.

“Alam Wonokerto ini kan masih asri, masih bersih. Jangan sampai ada orang-orang yang merusak alam Wonokerto,” tuturnya.

Maka, Merti Bumi juga menjadi upaya warga, meminta agar dijauhi dari kerusakan lingkungan serta usaha agar alam Wonokerto selalu asri hingga di masa yang akan datang.

“Konkritnya, anak muda, di Karang Taruna dan organisasi lain, kami minta untuk menanam pohon. Pohon apa saja. Pohon ini kan yang menyimpang cadangan air,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, daerah Turi adalah daerah penyangga untuk meresap air hujan. Maka, di daerah itu, tidak boleh ada izin perumahan dan bangunan berlebihan.

Maka, alam Wonokerto harus dijaga dengan mengurangi penebangan kayu. Izin pembangunan pun harus diseleksi ketat supaya daerah Wonokerto tidak kehilangan pesonanya sebagai daerah resapan air.

Apabila itu tidak dilakukan, dikhawatirkan, Wonokerto memiliki masalah kekeringan air di masa depan.

“Pohon besar itu adalah sumber air. Ketika air meresap ke akar, akar itu akan menjaganya. Kalau tidak ada pohon, air bisa hilang. Apalagi, ada beberapa daerah yang saat ini menjadi obyek penambangan,” tukasnya yang juga menjadi Calon Lurah Kalurahan Wonokerto.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved