Breaking News:

Kota Yogyakarta

Deretan Agenda HUT ke-265 Kota Yogyakarta Jadi Percontohan Pelaksanaan Event Outdoor

Pemkot Yogyakarta bakal menjadikan rentetan kegiatan HUT Kota Yogyakarta ke-265 sebagai percontohan event outdoor di masa PPKM level 3.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Pemukulan gong oleh Wali Kota Haryadi Suyuti, sebagai tanda dimulainya rentetan agenda HUT Kota Yogyakarta ke-265, Kamis (1/10/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bakal menjadikan rentetan kegiatan HUT Kota Yogyakarta ke-265 sebagai percontohan event outdoor di masa PPKM level 3.

Beberapa kegiatan tersebut, sesuai rencana, akan dilangsungkan sepanjang Oktober 2021. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkot Yogyakarta telah memberikan lampu hijau untuk penyelenggaraan konser, atau pertunjukan musik di wilayahnya, seiring sebaran Covid-19 yang melandai.

Namun, sistem hybrid tetap dikedepankan, agar massa bisa terkendali. 

Baca juga: Pemkot Yogya Kembali Gulirkan Wayang Jogja Night Carnival 

Karena itu, Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, berujar, deretan kegiatan seperti festival kesenian rakyat, maupun Wayang Jogja Night Carnaval (WJNC), akan dikontrol penuh pelaksanaannya.

Dengan harapan, agenda tersebut benar-benar layak menjadi contoh bagi event lain.

"Ini harapan saya, bisa menjadi contoh protap pertunjukan outdoor. Makanya, kita kontrol betul. Penampil dipastikan sudah tervaksin semua, hari pertunjukan kita test swab antigen," cetus Haryadi, Kamis (1/10/2021). 

Ia pun memastikan, seluruh kegiatan tersebut, digelar menggunakan skema hybrid, atau perpaduan luring, dan daring.

Mengusung tema besar 'tanggap, tanggon, tuwuh', pihaknya berupaya mereflksikan situasi pandemi, yang tengah dihadapi warga Kota Yogyakarta. 

Baca juga: Fasilitasi Pemasaran Luring, Pemkot Yogya Gulirkan Festival Fashion dan Craft 2021

"Jadi, bahasa saya bukan konser ya, tapi festival. Karena penonton tetap dibatasi jarak fisiknya. Makanya, kita tetap pakai hybrid, biar terkontrol," tambahnya. 

Walau begitu, orang nomor satu di kota pelajar tersebut mengatakan, sampai sejauh ini, pihaknya belum menerima permohonan izin dari penyelenggara konser.

Nantinya, saat permohonan mulai masuk, uji mekanisme terkait sistem penyelenggaraannya pun akan ditempuh. 

"Hakekatnya hybrid lah, antara luring dan daring. Kalau sebatas daring, kan nggak enak juga. Tetapi, kalau dibuka begitu saja, seperti Prambanan Jazz, atau Jogjarockarta ya belum bisa. Kita tidak bisa kasih izin untuk pertunjukan berskala besar dulu," ucap Haryadi. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved