Breaking News:

Kota Yogyakarta

Fasilitasi Pemasaran Luring, Pemkot Yogya Gulirkan Festival Fashion dan Craft 2021

Sebanyak 15 pelaku usaha akan berpartisipasi dalam agenda Festival Fashion dan Craft 2021, di Griya UMKM Kota Yogyakarta pada 28-30 September.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Ibu Wali Kota Yogyakarta, Anna Haryadi saat meninjau festival fashion dan craft, di Griya UMKM, Selasa (29/9/2021) lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mewadahi 15 pelaku usaha, untuk memasarkan produknya lewat agenda Festival Fashion dan Craft 2021, di Griya UMKM Kota Yogyakarta pada 28-30 September mendatang. 

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto mengatakan, melalui event ini, pihaknya berusaha memfasilitasi pelaku usaha, untuk mempromosikan hasil karya secara luring. Sesuatu yang hampir tidak dirasakan lagi, sejak pandemi Covid-19

"Jadi, bisa dibilang, ini pameran perdana. Kami mencoba menangkap peluang sekecil apapun untuk mempromosikan produk-produk UKM," cetus Riyanto, Rabu (29/9/2021). 

Baca juga: Pemkot Yogya Kembali Gulirkan Wayang Jogja Night Carnival 

Dijelaskannya, 15 UKM yang terlibat dalam ajang Festival Fashion dan Craft 2021 ini, berasal dari kelompok-kelompok binaan Pemkot Yogyakarta.

Mulai dari Dekranasda, Home Business Camp (HBC), Karang Mitra Usaha (KaMu), Asosiasi Batik Sidoluhur, serta Forum Komunikasi (Forkom) UKM. 

"Mereka sudah melewati kurasi. Selain wajib mempunyai produk dengan kualitas mumpuni, UKM yang kita bawa ke sini juga harus ber-NIK Kota Yogyakarta, kemudian sudah memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha)," terangnya. 

Lebih lanjut, Riyanto menyampaikan, di tengah situasi pandemi Covid-19 layaknya sekarang, UKM memang tidak bisa lagi menggantungkan harap pada pemasaran offline.

Baca juga: Permudah Intervensi, Pemkot Yogyakarta Bentuk 30 Sentra IKM 

Karena itu, pihaknya pun menjajaki kerjasama dengan sebuah marketplace kenamaan, yakni Tokopedia

Menurutnya, selain membantu memasarkan produk UKM, Tokopedia juga memberikan pelatihan mengenai packaging dan sebagainya. Ia memaparkan, saat ini terdapat 90 UKM yang memperolah pendampingan dari Tokopedia

"UMKM harus mengubah pola pemasarannya. Kalau dulu offline, sekarang harus mulai online. Memang, offline yang  seperti ini masih, tapi jangan dikedepankan. Sekarang kita euforia-nya kan marketplace," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved