Kabupaten Bantul
Bupati Optimis Level PPKM di Bantul Segera Turun
Pemkab Bantul terus mengejar cakupan vaksinasi dan targetnya pada akhir Oktober 2021 capaian vaksinasi sudah mencapai 80 persen dari target sasaran.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Pemkab Bantul terus mengejar cakupan vaksinasi dan targetnya pada akhir Oktober 2021 capaian vaksinasi sudah mencapai 80 persen dari target sasaran.
Melalui program vaksinasi yang terus digenjot ini, dan angka kasus Covid-19 yang terus menurun, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih optimis bahwa level PPKM di Bantul akan segera turun.
Ia mencatat, pada awal pekan ini capaian vaksinasi dosis 1 di Kabupaten Bantul sudah mencapai 66 persen dari target sasaran.
Dan pihaknya terus menggelar vaksinasi setiap harinya, tentu saja dengan berkoordinasi dengan instansi lain seperti TNI Polri.
Baca juga: Dinkes Bantul Mulai Vaksinasi Door To Door untuk Mengejar Herd Immunity
"Sejumlah 14 persen ini yang akan kita kejar hingga akhir Oktober sudah mencapai angka yang dipandang aman atau mencapai herd immunity. Walaupun pemerintah akan terus mengejar sampai 100 persen, paling lambat sampai akhir tahun ini," ujarnya Jumat (1/10/2021).
Dan data dari Dinas Kesehatan, pada 27 september kemarin, angka kesembuhan Covid-19 di Bantul mencapai 96,60 persen dari total kasus 56.579 orang.
Dengan capaian tersebut, ditunjang dengan penurunan angka kasus Covid-19, Bupati optimis PPKM di Bumi Projotamansari akan turun level.
"Sangat optimis (turun level), tinggal kita meningkatkan tracing, walaupun angka paparannya semakin rendah, angka kematian di bawah 2. Tapi pemerintah pusat mensyaratkan untuk meningkatkan tracing," ujarnya.
"Kalau tracing ditingkatkan, kita akan turun ke level 2, angka kematian sudah turun, vaksinasi sudah memadahi, kasus aktif cuma tinggal 300 orang saja. Selain itu shelter sudah banyak yang kosong, BOR RS kembali normal. Sehingga tracing akan kita tingkatkan jumlahnya beberapa hari ke depan," imbuhnya.
Baca juga: Seluruh Siswa di atas 12 Tahun di Bantul Akan 100 persen Tervaksin pada 25 September Besok
Meski banyak shelter kabupaten dan kalurahan yang kosong, namun Bupati tetap menghendaki shelter tersebut tetap buka.
Pihaknya masih menugaskan personel untuk tetap berjaga di shelter-shelter tersebut.
Sehingga jika sewaktu-waktu dibutuhkan, shelter tersebut dapat segera dapat difungsikan lagi.
"Karena pandemi belum dinyatakan selesai, sehingga shelter-shelter terus kita buka, dengan harapan tidak ada penghuninya," ucapnya.
Lebih lanjut, Halim menuturkan bahwa meskipun kasus saat pandemi ini turun, pemerintah pusat meminta agar di tahun 2022 seluruh daerah termasuk Bantul menambah anggaran belanja tak terduga.
"Mengantisipasi Covid-19 dengan cara menambah anggaran belanja tak terduga 5 persen dari anggaran sebelumnya," tambahnya.( Tribunjogja.com )