Pendidikan

Baru 190 Sekolah di Bantul yang Menggelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Sebanyak 190 sekolah yang melakukan uji coba PTM, dari 190 itu 37 SMP dan sisanya SD.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
dok.istimewa
Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SD 1 Blunyahan, Bantul, Selasa (28/9/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul telah menerapkan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) SD-SMP secara terbatas.

Kendati demikian, baru 190 sekolah yang sudah menggelar PTM secara terbatas.

"Belum semua sekolah menggelar PTM secara terbatas di Bantul. Jadi baru 190 sekolah yang melakukan uji coba PTM, dari 190 itu 37 SMP dan sisanya SD," ujar Wakil Bupati Kabupaten Bantul Joko Purnomo, Kamis (30/9/2021).

Sebanyak 190 sekolah tersebut telah menggelar uji coba PTM secara terbatas sejak pekan ini.

Selanjutnya, Pemkab akan melakukan assesment bersama tim pengawas sekolah untuk menentukan apakah sekolah layak menggelar PTM.

Baca juga: Uji Coba PTM Terbatas Mulai Dilaksanakan di Bantul: Seminggu Dua Kali, Sehari Hanya 2 Jam Pelajaran

"Nantinya sekolah yang melakukan uji coba ini akan dievaluasi mana yang layak menggelar PTM dan mana yang tidak," imbuhnya.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya Pemkab Bantul menjaga kesehatan warga sekolah. Terlebih pihaknya tidak ingin muncul klaster sekolah saat PTM berlangsung.

Adapun untuk teknis PTM terbatas di Bantul, Joko menyebut diantaranya semua warga sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Selain itu, menerapkan kapasitas 50 persen untuk setiap kelasnya.

"Untuk uji coba ini hanya seminggu 2 kali dan setiap pertemuan berdurasi 2 jam saja," ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Disdikpora Bantul, Isdarmoko mengatakan bahwa pihaknya ingin menyegerakan seluruh SD dan SMP sederajat di Bantul melaksanakan PTM.

Baca juga: Muncul Klaster Penularan Covid-19 di Sekolah, Sri Sultan HB X Sebut PTM Perlu Dievaluasi

Namun demikian ia menekankan bahwa hal itu harus dilakukan setelah mendapatkan hasil verifikasi dari pengawas.

Ia pun belum bisa memastikan kapan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas untuk jenjang PAUD dan SD.

Pasalnya vaksinasi untuk pelajar baru menyasar usia 12 tahun ke atas, dan Gubernur DIY meminta sekolah yang menggelar PTM minimal 80% warga sekolah tervaksin.

"Surat Edaran dari Gubernur DIY menyatakan PTM terbatas digelar untuk sekolah yang warganya minimal 80 persen tervaksin. Vaksinasi sekarang kan belum ada untuk usia 12 tahun ke bawah. Sehingga kalau aturan 80 persen warga SD tervaksin ya kita tidak tahu kapan PTM SD dan PAUD akan digelar," ujarnya.( Tribunjogja.com )  

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved