Breaking News:

Kriminalitas

Bareskrim Polri Bongkar Pabrik Obat Keras Ilegal Berskala Mega di Bantul

Dalam sehari dua pabrik yang berada di Bantul dan Sleman ini bisa memproduksi 14 juta butir pil.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Bareskrim Polri menggelar konferensi pers, ungkap kasus pabrik obat keras ilegal di Kasihan, Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Direktorat Tindak Pidana Narkoba mengungkap dua pabrik pembuatan obat keras ilegal di DIY yakni di Kasihan, Bantul dan di Gamping Sleman.

Dari pengungkapan ini, Bareskrim menyatakan bahwa ini adalah temuan pabrik obat keras ilegal kategori mega produksi.

Dalam sehari dua pabrik ini bisa memproduksi 14 juta butir pil.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Krisno H Siregar, saat menggelar konferensi pers di lokasi pabrik obat ilegal, menyatakan bahwa kasus ini terungkap saat dilaksanakan Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan dengan sandi Anti Pil Koplo 2021 dengan target produsen dan pengedar gelap obat keras/ berbahaya.

Baca juga: Sat Resnarkoba Polresta Yogyakarta Amankan 33.300 Pil Yarindo dari Bandar Lintas Wilayah

Semula, pada tanggal  13-15 September 2021 pihaknya berhasil mengungkap kasus peredaran gelap obat-obat keras dan psikotropika dengan delapan tersangka dari berbagai TKP seperti di Cirebon,Indramayu, Majalengka, Bekasi dan Jaktim.

Dari penangkapan 8 tersangka tersebut, pihaknya berhasil menyita 5 juta butir berbagai jenis obat keras dan psikotropika.

"Semuanya ini kami analisa dan kami mendapatkan petunjuk bahwa pengirimannya dari Jogja. Sehingga kami mengajak teman-teman dari Polda DIY, untuk mengejar para tersangka ini," ujarnya Senin (27/9/2021).

"Dari penelusuran ternyata pabrik ini dikelola oleh seseorang bernama Joko, dan kami menemukan bukan hanya di sini (Kasihan Bantul), tapi ada 2 TKP, yakni di sekitar ringroad sleman, dengan mesin-mesin yang sama," imbuhnya.

Dari penggerebekan dua pabrik tersebut, pihaknya mengamankan tiga tersangka yakni LSK (49) warga Kasihan Bantul, WZ (53) warga Karanganyar, Jawa Tengah, dan JSR alias Joko (56) warga Kasihan, Bantul.

Dari hasil pengungkapan, petugas menemukan lebih dari 30 juta butir obat keras siap edar dan tujuh mesin cetak pil serta mesin-mesin lain seperti mesin oven, mixer, coating serta ratusan kilogram bahan baku pembuatan pil.

Baca juga: Polisi Pantau Wilayah Umbulharjo Terkait Peredaran Narkoba

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved