Muncul Klaster Penularan Covid-19 di Sekolah saat PTM, Sri Sultan HB X : Akan Ada Evaluasi
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menyebut bahwa pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di DIY perlu dievaluasi
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Penularan Covid-19 di sekolah saat pembelajaran tatap muka (PTM) muncul di wilayah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, menyebut bahwa pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di DIY perlu dievaluasi.
Diberitakan, total ada tujuh pelajar yang terpapar COVID-19 dari aktivitas Pembelajaran Tatap Muka (PTM) SD Negeri 1 Panggang, Gunungkidul.
Baca juga: Gencar Lakukan Vaksinasi Covid-19, Dinkes Gunungkidul Optimistis Capaian Lebihi Target
Baca juga: Ada 234 SMA/SMK di DI Yogyakarta Dinyatakan Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka
Hal itupun mendapat sorotan dan perhatian dari Sri Sultan HB X, yang menginginkan segera ada evaluasi terkait pelaksanaan PTM di wilayah DIY.
"Ya otomatis (akan ada evaluasi)," terang Sri Sultan HB X saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Jumat (24/9/2021).
Dampaknya dari munculnya penularan Covid-19 di sekolah tersebut, aktivitas Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah itu terpaksa dihentikan sementara hingga situasi kembali kondusif.
Raja Keraton Yogyakarta ini belum bisa menjelaskan terkait kebijakan Pemda DIY selanjutnya setelah ditemui klaster penularan di sekolah tingkat dasar.
Pihaknya masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari kasus ini.
"Kan mungkin 2-3 kali untuk percobaan ini untuk di swab (di SD Negeri 1 Panggang). Kita lihat dulu perkembangannya. Jangan sampai ada klaster yang merugikan," jelasnya.
Hingga saat ini, Pemda DIY masih mengizinkan penyelenggaraan PTM secara terbatas bagi sekolah-sekolah yang telah memenuhi persyaratan.
"Ya kita baru percobaan dulu," beber Sri Sultan HB X.
Di dalam Surat Edaran Gubernur Nomor 420/19096 tentang Kebijakan Pendidikan pada Masa PPKM Level 3 untuk Pengendalian Penyebaaran Covid-19 di Lingkungan Pendidikan di DI Yogyakarta disampaikan bahwa sekolah yang diperbolehkan melakukan uji coba PTM adalah sekolah yang minimal 80 persen warga sekolahnya telah divaksin.
Dengan kata lain, jika mengacu aturan tersebut, SD dianggap belum bisa melaksanakan uji coba PTM, karena saat ini vaksinasi anak hanya diperuntukkan bagi pelajar berusia di atas 12 tahun.
Baca juga: Wali Murid Waswas Anaknya Belajar di Kelas, Minta Sekolah Siaga
Baca juga: Pembelajaran SDN 1 Panggang Kembali Daring, PTM Sekolah Lain di Gunungkidul Tetap Berjalan
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Ali Ridlo, menyatakan aktivitas PTM di SDN 1 Panggang resmi dihentikan sementara.
Sebagai solusinya, pembelajaran kembali dilaksanakan secara daring (online).
Adapun masa penghentian PTM menunggu hasil evaluasi, hasil tes, hingga selesainya proses tracing.
"Hanya SDN 1 Panggang yang dihentikan sementara, PTM di sekolah lainnya tetap berjalan sesuai prosedur pencegahan COVID-19," kata Ali.
Penjelasan Dinkes Gunungkidul
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Dewi Irawaty, melaporkan adanya tambahan siswa yang konfirmasi positif Covid-19 dari SDN 1 Panggang, Jumat (24/09/2021).
"Hari ini bertambah 2 orang positif," kata Dewi pada wartawan.
Ia tak menampik jika penyebaran COVID-19 di sana tak lepas dari aktivitas PTM.
Tambahan 2 kasus baru menjadikan total siswa yang terkonfirmasi positif COVID-19 dari SDN 1 Panggang menjadi 7 orang.
Dewi mengisyaratkan seluruh kasus terpapar, termasuk 2 yang baru ini merupakan pelajar.
Pasalnya, ia menyebut soal anak-anak pelajar jenjang SD yang belum menerima vaksin COVID-19.
"Anak-anak SD belum ada vaksinnya," ujarnya.
Dewi sebelumnya mengharapkan adanya evaluasi terhadap pelaksanaan PTM di sekolah.
Sebab adanya penularan menandakan pelaksanaan PTM belum sepenuhnya siap dan berjalan sesuai protokol kesehatan (prokes).
Meski demikian, ia tak mempermasalahkan jika sekolah tetap ingin melaksanakan PTM.
Asalkan pihak sekolah bisa benar-benar memastikan kesiapannya demi meminimalisir penularan.
"Perlu ada seleksi sekolah yang bisa melaksanakan PTM," kata Dewi.
( tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gubernur-diy-sri-sultan-hamengku-buwono-x-10921.jpg)