Breaking News:

Ini Kata Dinas Pariwisata Sleman Soal Wisatawan yang Tak Mau Install Aplikasi PeduliLindungi 

Pemerintah mewajibkan masyarakat yang ingin berwisata agar menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Namun, dalam masa uji coba, masih didapati

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Ahmad Syarifudin
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Suparmono 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah mewajibkan masyarakat yang ingin berwisata agar menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Namun, dalam masa uji coba, masih didapati ada sejumlah wisatawan yang enggan menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan lebih memilih tidak masuk destinasi.

Merespon hal itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) Kabupaten Sleman Suparmono meminta masyarakat, ketika ingin berwisata, agar mematuhi aturan yang telah ditentukan. 

Yaitu, menginstal aplikasi peduliLindungi. Sebab, penggunaan aplikasi ini akan membantu screening pengunjung agar tidak terjadi klaster wisata. 

Baca juga: Vaksinasi Dosis Pertama di Sleman Capai 70 Persen, Warga Diminta Tetap Patuhi Prokes

"Kita ikuti dulu, aturan pemerintah agar Covid-19 ini bisa terkendali," kata dia, Sabtu (25/9/2021). 

Selain menggunakan aplikasi PeduliLindungi, aturan dalam perpanjangan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober ini, anak di bawah usia 12 tahun sementara tidak diperbolehkan masuk destinasi wisata.

Suparmono mengatakan, hal itu adalah kebijakan dari pemerintah. Penerapan dan sosialisasi aturan ini menjadi bagian dari edukasi masyarakat yang tidak bisa serta-merta langsung dipraktikkan. 

"Saya berfikir nanti di tempat uji coba ada banner agak besar yang bertuliskan ketentuan ini datangnya dari pemerintah bukan dari pengelola wisata. Kadang wisata ngertinya aturan ini dari pengelolaan wisata lho, bukan dari pemerintah," katanya. 

Hingga saat ini, ada tiga destinasi wisata di Bumi Sembada yang diperbolehkan uji coba buka.

aitu, Taman Wisata Tebing Breksi, Keraton Ratu Boko, dan Merapi Park.

Ia meminta dalam uji coba pembukaan ini pengelola nantinya benar-benar mematuhi ketentuan. Di mana kapasitas pengunjung maksimal 25 persen dalam satu waktu. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved