Breaking News:

Klaster Sekolah Bermunculan di Berbagai Daerah, Sekda DIY Minta Sekolah Berhati-hati

Klaster Covid-19 di lingkungan sekolah mulai bermunculan di sejumlah daerah pasca penerapan pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas dilaksanakan.

TRIBUNJOGJA.COM/ Yuwantoro Winduajie
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji 

"Kalau tidak ada pilihan yang baik lebih baik offline dulu. Tapi kalau memang yakin bahwa kelas memungkinkan, sarpras ada, anak-anak disiplin, dan didukung ortu silahkakan jalan," terangnya.

Lebih jauh, pelaksanaan PTM juga harus mengacu pada izin dari orang tua siswa.

Jika orang tua keberatan dan menolak buah hatinya mengikuti PTM, pihak sekolah harus tetap harus melayani dengan menyediakan metode pembelajaran jarak jauh.

"Jadi untuk ortu yang ingin PTM dan tidak perbandingannya fifty-fifty ya. Harus tetap dilayani dengan PJJ," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Didik Wardaya merinci, dari 400 sekolah jenjang SMA/SMK di DIY, sebanyak 195 diantaranya dinyatakan siap untuk menggelar PTM.

Seluruhnya telah memenuhi persyaratan untuk melaksanakan PTM. 

Baca juga: BREAKING NEWS: 4 Pelajar Positif COVID-19, PTM di SDN 1 Panggang Gunungkidul Dihentikan

Di antaranya adalah cakupan vaksinasi pelajar dan guru minimal 80 persen serta telah membentuk Gugus Tugas Covid-19 di tingkat satuan pendidikan.

Namun sekolah yang melakukan PTM masih tergolong minim karena sebagian sekolah masih melaksanakan penilaian tengah semester.

"Rata-rata PTM nya mundur karena pas barengan dengan PTS. Mereka sudah merancang rencana jauh-jauh hari," jelasnya.

Jika terjadi penularan Covid-19 di lingkungan sekolah, maka pelaksanaan PTM akan langsung ditunda sampai rantai penularan benar-benar dapat diputus.

"Yang paling penting di sini adalah sekolah harus mengedukasi perilaku siswa untuk tetap taat prokes," terangnya. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved