Breaking News:

Alumni SMA Yogyakarta Bersatu (ASYB) Lantik Pengurus dan Narahubung Periode 2021-2022

Alumni SMA Yogyakarta Bersatu (ASYB) mengadakan pelantikan pengurus beserta narahubungnya untuk masa tugas September 2021- 2022

istimewa
Alumni SMA Yogyakarta Bersatu (ASYB) di Pendopo rumah cagar budaya Langgar Dhuwur Boharen Kotagede Yogyakarta, Minggu (19/9/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM - Alumni SMA Yogyakarta Bersatu (ASYB) mengadakan pelantikan pengurus beserta narahubungnya untuk masa tugas September 2021- 2022 di Pendopo rumah cagar budaya Langgar Dhuwur Boharen Kotagede Yogyakarta, Minggu (19/9/2021).

Sekadar informasi, ASYB didirikan di Yogyakarta 16 Februari 2019 beranggotakan alumni yang pernah bersekolah SMA di DIY maupun luar DIY dan telah berkiprah pada kegiatan sosial/ bakti sosial, budaya, edukasi sosiologi, respon terhadap situasi negara dan belakangan aktif dalam andil penanganan pandemi Covid-19.

Adapun pilihnya Pendopo Rumah Langgar Duwur Boharen Kotagede karena selain tempat tersebut sebagai bangunan cagar budaya (dibangun 1870), dari nilai sejarahnya rumah yang berarsitektur Jawa kuno tersebut pernah digunakan untuk pertemuan pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Baca juga: Begini Ketentuan Aturan Ganjil Genap di Malioboro dan Obyek Wisata yang Berlaku Akhir Pekan Ini

Tercatat beberapa tokoh nasional yang pernah singgah disana antara lain Abdul Kahar Mudzakir, Rasjidi (menteri agama era Soekarno), Soekiman Wirjosandjojo, AR Baswedan dan lain lain.

"Acara pelantikan pengurus dan narahubung berjalan dengan lancar dan khidmat. Mengingat DIY masih dalam level 3 maka pelantikan dibatasi dengan pengkondisian tempat," ujar ketua umum ASYB, Nana Je Justina.

"Untuk pengurus harian dilakukan secara Offline di Pendopo rumah Boharen. Untuk narahubung dan pengurus lain secara Online di rumah masing masing. Ada juga daring bersama beberapa perwakilan narahubung di area Kotabaru," tambahnya,

Lebih lanjut ia menyampaikan, pelantikan ini sebagai pergantian dan pembenahan didalam ASYB  (restrukturisasi) atas amanat pengurus dalam menyesuaikan dinamika situasi kondisi yang harus terus harus kita respon.

Sebagai lembaga taktis yang bernurani, heterogen dan egaliter ASYB tidak melakukan pengkultusan individu.

"Kami concern dalam menjaga ideologi Pancasila, keutuhan NKRI dan Kebhinekaan. Agenda besar dalam satu tahun ke depan ASYB akan turut mengawal kepentingan nasional dalam suksesi peralihan pimpinan negara yang calonnya harus memiliki sikap teguh pada Pancasila, berjiwa nasionalis dan berani melawan radikalisme," jelasnya.

Baca juga: PT KAI Buka Lowongan Pekerjaan, Inilah Persyaratan Umum dan Posisi yang Ditawarkan

Sementara pemilik rumah Boharen, Achmad Charris Zubair yang juga selaku penasehat ASYB menuturkan, ASYB harus mampu menjadi wadah pergerakan dalam mengawal nilai nilai Pancasila.

"Rumah ini dulu selain digunakan sebagai tempat kajian agama islam terutama Hadits Imam Bukhari (maka disebut rumah kajian Bukharen = Boharen) juga dulunya digunakan bertemunya banyak figur dalam diskusi diskusi panjang menjelang kemerdekaan hingga pasca kemerdekaan," terangnya.

"Dalam periode pembangunan juga sering digunakan untuk diskusi budaya. Tercatat pernah singgah disana antara lain Emha Ainun Najib, Umbu Landu Paranggi, Linus Suryadi AG dan budayawan lainnya," tambahnya.

Rumah Boharen beberapa kali juga digunakan untuk pengambilan lokasi shooting film dan sinetron. Terakhir digunakan oleh Hanung Bramantyo untuk film Sang Pencerah.

Dina salah satu narahubung wakil alumni SMA Muhammadiyah 2 menambahkan, pihaknya akan terus menemani ASYB, karena sebagai organ taktis pergerakannya banyak dibutuhkan masyarakat dalam menyikapi situasi, merespon kebijakan legislatif maupun eksekutif dan selalu menggunakan pertimbangan dalam setiap responnya. (Han)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved