Pendidikan
Sekolah di Gunungkidul Mulai Melaksanakan PTM Terbatas
Hingga hari ketiga ini belum ada kendala berarti dari pelaksanaan PTM di sekolah, baik dari wali hingga pelajar sendiri.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sekolah di Kabupaten Gunungkidul mulai melaksanakan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas.
Satu di antaranya dilakukan di Sekolah Dasar (SD) Negeri Piyaman 2, Pedukuhan Budegan II, Kalurahan Piyaman, Wonosari.
Kepala SDN Piyaman 2, Sri Murtinah menyampaikan bahwa kegiatan PTM sudah dimulai sejak Senin (13/09/2021) lalu.
Adapun pelaksanaannya bersamaan dengan dimulainya masa Penilaian Tengah Semester (PTS).
Baca juga: Persiapkan PTM, Disdikpora Gunungkidul Harapkan Seluruh Pelajar Mau Disuntik Vaksin Covid-19
"Kami laksanakan setelah ada regulasinya, seperti Instruksi Gubernur, Instruksi Bupati, hingga Edaran dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora)," kata Sri ditemui pada Rabu (15/09/2021) pagi.
Mengikuti regulasi, pihaknya mengatur agar tiap kelas diisi hanya 50 persen dari total kapasitas.
Selain itu, waktu kegiatan belajar dibagi dalam dua sesi agar seluruh pelajar bisa mengikuti pelaksanaan PTS di sekolah.
Kedua sesi pertemuan berlangsung pukul 07.30 - 09.00 WIB dan 09.30 - 11.30 WIB.
Sri mengatakan hingga hari ketiga ini belum ada kendala berarti dari pelaksanaan PTM di sekolah, baik dari wali hingga pelajar sendiri.
"Kami sebelumnya sudah menyampaikan juga pada wali pelajar terkait kegiatan ini, dan seluruhnya sangat mendukung," ungkapnya.
Baca juga: 62 Persen Pelajar Gunungkidul Sudah Disuntik Dosis Pertama Vaksin COVID-19
Ketua Satuan Tugas (Satgas) SDN Piyaman 2, Kelik Subagio menyatakan segala fasilitas hingga prosedur terkait protokol kesehatan (prokes) dipastikan tersedia.
Mulai dari masker, hand sanitizer, hingga tempat cuci tangan.
Selama di dalam kelas, jarak antar pelajar dibuat maksimal sejauh 1,5 meter.
Mereka pun tidak diperkenankan untuk jajan atau makan selama berada di lingkungan sekolah, dan dianjurkan sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat.
"Jadi mereka murni datang untuk kegiatan belajar. Toh mereka sebelumnya juga disarankan untuk sarapan dan waktu di sekolah juga terbilang singkat, jadi tetap aman," jelas Kelik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sekolah-di-gunungkidul-mulai-melaksanakan-ptm-terbatas.jpg)