Breaking News:

Pilpres 2024

Peluang Tokoh Populer di Pilpres 2024, Mulai Anies, Ganjar Hingga Ridwan Kamil Menurut Pengamat

Peluang Tokoh Populer di Pilpres 2024, Mulai Anies, Ganjar Hingga Ridwan Kamil Menurut Pengamat

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
via kompas.com
Ilustrasi surat suara 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Pertarungan elit politik dengan ketua umum partai diprediksi akan meramaikan Pilpres 2024.

Hal itu disampaikan oleh pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno.

Menurut dia, peluang ketua umum partai dan elit partai untuk bertarung di Pilpres 2024 terbuka sangat lebar.

Sejauh ini sejumlah nama pimpinan partai memang meramaikan hasil survei elektabilitas tokoh yang diprediksi bersaing di Pilpres 2024 mendatang.

Ada Prabowo Subianto, Airlangga Hartarto, Muhaimin Iskandar, AHY, Zulkifli Hasan, hingga Puan Maharani.

"Sangat mungkin akan terjadi pertarungan antar elite partai vs ketua partai," ujar Adi saat dihubungi Selasa (14/9/2021) dikutip Tribunjogja.com dari Tribunnews.com.

Sosok Puan Maharani menurut Adi lebih diunggulkan ketimbang rekan separtainya di PDI Perjuangan Ganjar Pranowo.

Baca juga: Partai Gerindra Ingin Usung Prabowo Subianto di Pilpres 2024 Mendatang, Ini Pertimbangannya

Baca juga: Pilpres-Pileg Diusulkan 21 Februari 2024

Meski Ganjar lebih populer, Puan lebih diunggulkan maju di Pilpres 2024.

Kemudian Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto atau Sandiaga Uno. Keduanya potensial maju. Adi menyebut pertarungan pimpinan partai mungkin terjadi. Apalagi pada 2024 tak ada petahana.

Kemudian Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto yang dinilai sangat realistis maju di Pilpres 2024. Menko Perekonomian itu juga didukung oleh DPD dan DPC Partai Golkar di daerah.

"Airlangga Hartarto sangat realistis maju, sebagai Ketum Golkar yang punya trah politik maju sendiri," kata Adi.

Menurut Adi, pada Pilpres 2024 elite partai sepertinya tak akan mau memberikan karpet merah ke sosok yang bukan kader partai politik.

"Justru nama-nama populer seperti Anies Baswedan, Ridwan Kamil, dan Ganjar bakal kesulitan maju karena persoalan dukungan partai," imbuhnya.

Selain itu, sosok yang pantas maju di pilpres adalah yang tebukti bisa mengatasi kondisi ekonomi global yang saat ini sedang melambat. Serta memastikan memastikan ekonomi dan demokrasi sama-sama tumbuh bersamaan.

"Ekonomi maju tapi demokrasi tak sehat itu tak ada gunanya. Sebaliknya, demokrasi maju namun ekonomi babak belur juga percuma," katanya.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved