Terkuak, Ini 3 Tips Digital Activity untuk Kembangkan Destinasi Wisata

Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia, industri pariwisata semakin dituntut untuk go digital dan cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Penulis: Alifia Nuralita Rezqiana | Editor: MGWR
DOK. Tribun Jogja EO
Direktur Pemasaran Pariwisata Badan Otorita Borobudur (BOB) Agus Rochiyardi (kanan) dan Ketua Umum Generasi Pesona Indonesia (GenPi) Siti Chotijah (tengah) dalam acara BobTalk episode ketiga bertajuk Pemasaran Pariwisata. 

Pemasaran bisa dilakukan dengan menyuguhkan foto-foto pemandangan dan aktivitas di destinasi wisata, membuat video blog (vlog), dan memberikan promo menarik bagi wisatawan.

2.  Publikasi

Strategi kedua yang dibahas oleh Direktur Pemasaran BOB dan Ketua Umum GenPi adalah publikasi tempat wisata.

Publikasi menjadi strategi jitu untuk memasarkan destinasi wisata. Publikasi tidak cukup dengan cerita dari mulut ke mulut oleh wisatawan atau komunitas, tetapi juga melalui platform media setempat, seperti surat kabar online, misalnya.

Kendati demikian, cerita dari mulut ke mulut oleh wisatawan juga tidak boleh diabaikan. Ketika sebuah destinasi wisata mampu memberikan kesan dan pengalaman istimewa bagi wisatawan, tanpa diminta, mereka akan dengan senang hati membagikan pengalamannya kepada teman-teman dan sanak saudara.

Mereka akan mengunggah foto dan video wisata yang akan menarik orang di sekitarnya untuk turut mencoba destinasi wisata tersebut.

Baca juga: Dispar Gunungkidul Akan Cek Destinasi Wisata Pantai yang Buka Saat PPKM

Dengan demikian, akan terjadi publikasi berantai dari satu wisatawan ke wisatawan selanjutnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, tentu pengelola tempat wisata perlu menjamin kenyamanan, keamanan, dan kualitas layanan di destinasi wisata yang ditawarkan.

3.  Event partnership

Event partnership adalah wadah bagi pihak swasta untuk menjadi sponsor sebuah destinasi wisata.

Partnership atau kerja sama tersebut nantinya dapat mendongkrak eksistensi tempat wisata yang hendak dipasarkan pada masyarakat.

Para pelaku pariwisata dapat membuat cerita atau teks publikasi tentang destinasi wisatanya.

Setelah itu, mereka dapat mempromosikan cerita tersebut dalam bentuk media lain seperti publikasi di surat kabar online, vlog, unggahan medsos, hingga talk show.

Namun, jika kesulitan mengelola dan mengatur itu semua, Anda bisa memanfaatkan jasa event organizer (EO). Salah satunya adalah Tribun Jogja EO.

Baca juga: Catat! 331 Usaha Pariwisata di DI Yogyakarta Kantongi Sertifikat CHSE

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved