Terkuak, Ini 3 Tips Digital Activity untuk Kembangkan Destinasi Wisata

Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia, industri pariwisata semakin dituntut untuk go digital dan cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Penulis: Alifia Nuralita Rezqiana | Editor: MGWR
DOK. Tribun Jogja EO
Direktur Pemasaran Pariwisata Badan Otorita Borobudur (BOB) Agus Rochiyardi (kanan) dan Ketua Umum Generasi Pesona Indonesia (GenPi) Siti Chotijah (tengah) dalam acara BobTalk episode ketiga bertajuk Pemasaran Pariwisata. 

TRIBUNJOGJA.COM – Pesatnya perkembangan teknologi telah mengubah berbagai sektor industri, tak terkecuali pariwisata.

Dua puluh tahun lalu, mungkin seorang wisatawan harus berburu brosur tempat wisata, hotel, dan tempat kuliner untuk membuat agenda wisata.

Namun, kini semua informasi itu dapat diperoleh dari smartphone saja. Mulai dari menemukan hidden paradise untuk berlibur, memesan hotel atau penginapan, sampai membayar makanan dan minuman, bisa dilakukan dalam satu genggaman.

Apalagi, sejak pandemi Covid-19 melanda dunia, industri pariwisata semakin dituntut untuk go digital dan cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Para pelaku industri pariwisata harus bisa membuat aktivitas digital atau digital activity dalam memasarkan pariwisatanya.

Baca juga: Tetap Berjualan Meski Sepi, Pedagang Cendera Mata di Borobudur Berharap dari Wisatawan yang Kecele

Direktur Pemasaran Pariwisata Badan Otorita Borobudur (BOB) Agus Rochiyardi dan Ketua Umum Generasi Pesona Indonesia (GenPi) Siti Chotijah membagikan tiga tips dalam mengembangkan pariwisata dengan digital activity.

Tiga tips itu dipaparkan dalam dalam BobTalk episode ketiga bertajuk “Pemasaran Pariwisata”.

1.  Platform Digital

Digitalisasi berjalan begitu cepat dan tidak dapat terhindarkan. Tren dunia bisa berubah dengan cepat setiap waktu, mulai dari tren pada sektor ekonomi, mode, teknologi, kuliner, sampai pariwisata.

Sangat disayangkan, belum banyak industri pariwisata yang memahami pentingnya promosi atau pemasaran melalui platform digital, salah satunya media sosial (medsos).

Dewasa ini, medsos menjadi cara paling jitu untuk memasarkan dan mengembangkan pariwisata di tengah pandemi.

Permainan tagar atau hashtag menjadi kunci agar suatu destinasi wisata menjadi viral di kalangan warganet.

Pemasaran melalui platform digital dapat menyuguhkan teaser destinasi wisata kepada masyarakat, sehingga menarik perhatian mereka.

Baca juga: Tak Lagi Persoalan Stimulus Dana, Pemkab Magelang Fokus pada Persiapan SDM Wisata

Para pelaku usaha pariwisata dapat memanfaatkan platform digital seperti Instagram, Facebook, Twitter, TikTok, YouTube, dan lainnya, untuk memasarkan destinasi wisata.

Pemasaran bisa dilakukan dengan menyuguhkan foto-foto pemandangan dan aktivitas di destinasi wisata, membuat video blog (vlog), dan memberikan promo menarik bagi wisatawan.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved