Kabupaten Gunungkidul

Dispar Gunungkidul Akan Cek Destinasi Wisata Pantai yang Buka Saat PPKM

Dispar Gunungkidul akan melakukan pengecekan terhadap sejumlah restoran di kawasan pantai selatan yang dibuka tanpa adanya koordinasi dengan Dispar.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul akan melakukan pengecekan terhadap sejumlah restoran di kawasan pantai selatan.

Pasalnya, restoran tersebut diinformasikan dibuka tanpa adanya koordinasi dengan Dispar.

Sekretaris Dispar Gunungkidul Harry Sukmono menyampaikan pihaknya mengetahui adanya restoran berkonsep resort yang buka di kawasan pantai pada Rabu (08/09/2021) sore kemarin.

"Kami tahu dari postingan media sosial restoran tersebut kemarin sore," kata Harry pada wartawan, Kamis (09/09/2021).

Ia mengatakan pengecekan akan dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Baca juga: Inbup PPKM Level 3 Gunungkidul Terbit, PTM Diizinkan Terbatas, Wisata Masih Ditutup

Pasalnya, restoran tersebut berada di kawasan wisata, yang hingga saat ini tetap ditutup dari kunjungan.

Harry mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Tim Pengendalian, Pengawasan, dan Penegakan Hukum (Dalwas Gakkum) Gunungkidul.

Informasi yang didapat pun sudah diteruskan ke sana.

"Jika memang nanti terbukti buka, maka akan ditutup oleh petugas," ujarnya.

Adapun dua restoran yang diketahui buka bagi umum tersebut masing-masing berada di kawasan Pantai Slili serta di antara Pantai Sadranan dan Ngandong.

Keduanya berada di wilayah Kapanewon Tepus.

Berdasarkan pantauan Tribunjogja.com terhadap dua akun Instagram resto tersebut, keduanya mengumumkan kembali dibuka dengan protokol kesehatan (prokes).

Baca juga: Tiga Destinasi Wisata DIY Diizinkan Buka Uji Coba, Gunungkidul Dipastikan Tetap Tutup

Sedangkan untuk bisa menuju lokasi perlu melewati Pos TPR yang masih ditutup dan dijaga petugas.

Pada satu sisi, Harry memahami keinginan pelaku wisata dan wisatawan.

Namun pihaknya menilai apa yang dilakukan kedua pengelola restoran tersebut justru bisa menimbulkan polemik.

"Mengingat situasi masih seperti ini, harus didukung aturan pemerintah agar (pandemi) terkendalo dan segera selesai," ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Penegakan Perda, Satpol-PP Gunungkiul, Sugito mengatakan sudah menerima informasi tersebut. Pihaknya bahkan juga sudah mendapat perintah langsung dari Bupati Sunaryanta.

Ia mengatakan Bupati meminta agar petugas melakukan pengecekan kebenaran informasi pembukaan restoran tersebut langsung ke lokasi, termasuk meminta klarifikasi dari pengelolanya.

"Akan kami cek, kalau belum ada izin dari Dispar maka akan kami tutup dulu," kata Sugito.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved