Inbup PPKM Level 3 Gunungkidul Terbit, PTM Diizinkan Terbatas, Wisata Masih Ditutup

Bupati Gunungkidul Sunaryanta telah mengedarkan Instruksi PPKM Level 3. Pada edaran terbaru ini, lingkup kelonggaran aktivitas menjadi lebih luas,

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
dok.istimewa
ilustrasi berita pendidikan 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Bupati Gunungkidul Sunaryanta telah mengedarkan Instruksi PPKM Level 3. Pada edaran terbaru ini, lingkup kelonggaran aktivitas menjadi lebih luas, kecuali wisata yang tetap ditutup.

Salah satu kelonggaran yang diberikan adalah terkait kegiatan pendidikan. Sunaryanta memperkenankan sekolah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM).

"Mengacu pada Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri, PTM terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen," katanya lewat Instruksi Bupati (Inbup) tersebut, Kamis (08/09/2021).

Baca juga: BREAKING NEWS: Lurah Non-aktif DPO Kasus Dugaan Korupsi JJLS Serahkan Diri ke Polres Gunungkidul

Kondisi ini dikecualikan bagi satuan pendidikan Luar Biasa (SMLB, MILB, SMPLB, MALB). Kapasitas pelajar diperkenankan 62 sampai 100 persen namun tetap jaga jarak minimal 1 meter serta maksimal 5 pelajar dalam satu kelas.

Aturan serupa juga berlaku bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Namun jumlah peserta didiknya dibatasi maksimal 33 persen dari total kapasitas.

Aktivitas pasar tradisional, swalayan, pusat perbelanjaan, toko kelontong, hingga toko berjejaring yang sebelumnya hanya sampai pukul 20.00 WIB kini diperpanjang hingga 21.00 WIB. Namun kapasitas dibatasi maksimal 50 persen.

"Aturan juga berlaku bagi warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan, restoran, hingga kafe, dengan waktu makan maksimal 60 menit," kata Sunaryanta.

Meski sudah banyak kelonggaran, sejumlah kegiatan lain masih tetap ditutup atau tidak diperkenankan. Antara lain area publik termasuk tempat wisata hingga kegiatan seni, budaya, olahraga, dan sosial masyarakat.

Kegiatan olahraga hanya diperkenankan di tempat dengan kondisi terbuka. Sunaryanta juga melonggarkan kegiatan hajatan seperti pernikahan hingga takziah.

"Maksimal hanya 20 undangan dan tidak menyediakan makan di tempat," jelasnya.

Baca juga: Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Kulon Progo Hampir Mencapai 95 Persen

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Ali Ridlo mengatakan pihaknya kemarin sudah berkoordinasi membahas wacana PTM terbatas.

Namun ia menegaskan tidak akan terburu-buru melaksanakan PTM. Sebab tetap bergantung pada Inbup terkait teknis pelaksanaannya.

"Tentu akan kami persiapkan sebaik mungkin, kami tidak ingin nantinya justru akan menimbulkan masalah," kata Ali dihubungi Rabu (08/09/2021) lalu. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved