Breaking News:

Erupsi Gunung Merapi

UPDATE Gunung Merapi 8 September 2021: Melandai, Tak Keluarkan Lava Pijar Maupun Awan Panas

Dalam pengamatan enam jam, mulai 00.00-06.00 WIB oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Gunung Merapi

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Twitter BPPTKG
Kondisi Gunung Merapi yang terpantau dari PGM Ngepos, Senin (30/8/2021) kemarin. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dalam pengamatan enam jam, mulai 00.00-06.00 WIB oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Gunung Merapi tidak mengeluarkan guguran lava pijar maupun awan panas, Rabu (8/9/2021)

Cuaca Mendung. Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 13°-21 °C, kelembaban udara 69-81 %, dan tekanan udara 837-946 mmHg. 

Gunung kabut 0-I, kabut 0-III.

Gempa guguran terjadi sebanyak 46 kali dengan amplitudo 3-26 mm berdurasi 26-134 detik.

Baca juga: Mutasi Covid-19 Varian Mu Tak Lebih Ganas Dari Varian Delta, Ini Penjelasan Pakar UGM

Hembusan terjadi sebanyak lima kali dengan amplitudo 3-5 mm berdurasi 12-22 detik.

Low frekuensi terjadi tiga kali dengan amplitudo 3-4 mm berdurasi 6-10 detik.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya.

Cakupan potensi bahaya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. 

Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. 

Baca juga: Mulai Hari Ini, Naik KRL Yogyakarta-Solo dan KA Prameks Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksin Covid-19

Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan. 

Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (ard)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved