Breaking News:

Pengda Percasi DIY Gelar Kejurnas Catur Sebagai Upaya Try In Untuk Atlet PON dan Peparnas DIY

Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DI Yogyakarta gelar kejuaraan catur nasional terbatas, M. Cholis Memorial

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Taufiq Syarifudin
Atlet PON DIY, M. Kahfi (kanan) ketika menghadapi lawannya di M. Cholis Memorial Cup 2021. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) DI Yogyakarta gelar kejuaraan catur nasional terbatas, M. Cholis Memorial Cup 2021, pada hari Senin-Selasa (30-31/8/2021)

Kejuaraan yang digelar di kawasan Mantrijeron, Kota Yogyakarta itu merupakan agenda yang sengaja dibuat sekaligus untuk ajang try in atlet catur Pekan Olahraga Nasional (PON) DIY, M Kahfi dan Peparnas, Gayuh Satrio.

Ketua penyelenggara Iwan Prihastomo menuturkan, kejurnas ini sudah diagendakan sejak lama dan digelar secara terbatas.

"Di kejuaraan ini kita undang pemain-pemain yang memang punya kualitas, kemarin itu sebetulnya sempat membludak, hanya saja kita juga tidak bisa menerima semuanya karena situasi (pandemi) saat ini, akhirnya kita pilih-pilih untuk pemain-pemainnya," kata Iwan saat ditemui Tribun Jogja, disela-sela kejuaraan.

Dalam kejuaraan tersebut tercatat ada 30 orang yang bertarung merebutkan posisi. Menurut informasi dari Iwan, pihak penyelenggara telah menyaring pemain-pemain tersebut yang semula sekitar 50 pemain.

Baca juga: Manna Kampus Salurkan Bantuan dari Pelanggan Setianya Kepada Berbagai Pihak

"Pendaftar itu banyak kemarin, dan banyak kita tolak. Karena pandemi kita adakan terbatas, tujuannya juga kita di sini sebagai persiapan untuk mas Kahfi dan Gayuh nanti di Papua, sehingga kita undang pemain-pemain tertentu biar bermanfaat bagi mereka," ujarnya.

Perlu diketahui dalam kejuaraan itu pemain-pemain yang dipilih merupakan pemain-pemain yang rata-rata menyandang gelar Master Nasional dan Master Internasional.

"80 persen lawan Kahfi dan Gayuh sulit," tegasnya.

Iwan menambahkan bahwa kejuaraan yang digarapnya dengan rekan-rekan saat ini sudah melalui proses yang cukup panjang, apalagi sebelumnya jadwal kerap berubah-ubah.

"Kemarin itu jadwalnya maju mundur-maju mundur, awalnya kita jadwalkan tanggal 21, tapi ternyata angkanya positif Covid-19 masih tinggi, mau tidak mau kita undur lagi. Konsekuensinya seperti itu sekarang ini," tuturnya.

Senada dengan Iwan, pelatih catur DIY, Bima Triardi menyebutkan bahwa kedua atletnya memang betul-betul membutuhkan uji tanding di kejuaraan atau turnamen.

Hanya saja pada tahun 2021 ini jarang sekali ada kerjuaraan atau turnamen yang digelar secara langsung. Terakhir M. Kahfi mengiuti try out saat bertandang ke Temanggung beberapa bulan silam, sisanya ia hanya mengikuti kejuaraan daring.

Baca juga: Pelaku Wisata di Bantul Minta Aturan yang Lebih Sederhana Bagi Wisatawan yang Akan Berkunjung

"Karena kalau daring itu situasinya akan berbeda, atlet tidak bisa bertemu lawannya secara langsung, sehingga kadang kita juga tidak tahu dia siapa. Kalau offline seperti ini kan bisa terlihat, apalagi target kita buat kejurnas ini salah satunya untuk mengasah mental atlet saat bertanding," beber Bima.

Setelah mengikuti kejuaraan ini, M. Kahfi direncanakan untuk melakukan training camp untuk karantina sebelum jadwal keberangkatan ke Papua bulan depan.

Rencananya M. Kahfi akan ditempatkan di kawasan UNY bersama dengan atlet-atlet cabor lainnya. (tsf)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved