Yogyakarta

Wisatawan Luar Daerah Mulai Ramaikan Malioboro

Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta mulai didatangi wisatawan luar daerah pada Minggu (29/8/2021) sore.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Geliat wisatawan di Jalan Malioboro di tengah PPKM Level 4, Minggu (29/8/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta mulai didatangi wisatawan luar daerah pada Minggu (29/8/2021) sore.

Pantauan Tribunjogja.com di lapangan, lalu lalang pengunjung di satu di antara kawasan termashyur di Kota Pelajar itu terlihat ramai.

Seorang pengunjung asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur bernama Amin Zamzam mengatakan, ia bersama keluarganya menahan untuk bepergian ke Yogyakarta tiga tahun lamanya.

Kerinduan terhadap suasana Malioboro pun tidak disia-siakan, karena saat ditemui Minggu sore, Amin baru saja berfoto di satu di antara spot jalan tersebut.

Baca juga: Perpanjangan PPKM Level 4, Ketua Pemalni: PKL Malioboro Hanya Minta Tetap Berjualan

"Sudah lama sekali, sudah tiga tahun saya ndak ke Jogja. Dan bisa disaksikan saat ini suasana cukup ramai," katanya saat ditemui Tribunjogja.com , Minggu sore.

Selain di kawasan Malioboro, tempat lain yang ingin dituju Amin yakni titik nol Kilometer Yogyakarta.

"Nol Kilometer yang mau dituju, kebetulan parkirnya jauh ini sekalian jalan kaki," terang dia.

Dia mengaku untuk kelengkapan protokol kesehatan (prokes) sudah dipenuhi, mulai dari menunjukan kartu vaksin, dan kebutuhan lainnya sudah disiapkan.

"Dari travelnya sudah diperiksa. Saya menunjukan kartu vaksin, sama di hotel juga dipriksa," jelasnya.

Adanya aktivitas wisatawan itu menjadi kabar baik bagi pedagang kuliner di kawasan Malioboro.

Baca juga: Dialog dengan PKL Malioboro, Menkop UKM Teten Masduki Sebut Omzet Pedagang Turun 70 Persen

Satu di antara pedagang itu bernama Suradi, yang pada Minggu sore ia tampak bersemangat melayani pembeli.

"Dua hari ini lumayan ramai, tapi kami jualan ya hanya sampai jam 20.00 harus tutup semua," katanya.

Untuk menyiasatinya, Suradi membuka lapaknya sejak pagi.

Tetapi menurutnya, kawasan Malioboro saat pagi hari masih sepi pengunjung.

Oleh sebab itu, dirinya meminta agar akses wisata di Malioboro benar-benar dibuka seperti biasa, dengan tidak ada pembatasan jam bagi pedagang.

"Pengennya ya dibuka sepenuhnya, biar wisatawan kembali ke sini kayak dulu," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved