Harga Cabai Anjlok, Petani di Sleman Pilih Bagikan Hasil Panen Secara Gratis
Harga jual komoditas cabai rawit, maupun cabai merah di tingkat petani di Kabupaten Sleman sejak sebulan terakhir terus mengalami penurunan.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Harga jual komoditas cabai rawit, maupun cabai merah di tingkat petani di Kabupaten Sleman sejak sebulan terakhir terus mengalami penurunan.
Rendahnya harga jual membuat petani di Tirtomartani, Kalasan, Sleman merugi.
Mereka memilih untuk membiarkan tanaman cabai mati untuk mengurangi pembengkakan kerugian.
Selain itu, hasil panen juga dibagi-bagikan secara gratis kepada masyarakat.
"Harga jual rendah, mending kita bagi-bagikan saja kepada yang mau, yang membutuhkan, agar lebih bermanfaat," kata Ketua Forum Petani Kalasan, Janu Riyanto, dihubungi, Kamis (26/8/2021).
Baca juga: Lebih dari 50 Persen Orang di DI Yogyakarta Telah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama
Menurut dia, di Kalasan ada sekira 10 hektare total lahan pertanian yang ditanami cabai.
Saat ini, mayoritas sudah memasuki masa panen. Ia sendiri menanam di lahan seluas 8 ribu meter persegi pada musim ini.
Di mana 6 ribu meter di antaranya sudah memasuki masa panen. Namun, harga di tingkat petani sekarang sedang anjlok.
Harga cabai rawit Rp 5 - 7 ribu per kilogram. Tergantung kualitas. Begitu juga harga cabai merah, harganya Rp 4 - 5 ribu per kilogram. Harga tersebut dinilai Janu sangat murah.
"Tidak nutup biaya produksi," kata dia.
Janu menjelaskan, break even point (BEP) atau titik impas biaya produksi satu batang pohon cabai merah besar idealnya Rp 10 - 11 ribu.
Kemudian untuk cabai keriting sekira Rp 9 -10 ribu.
Ada selisih sedikit di harga benih. Umumnya, kata dia, satu pohon dapat menghasilkan 9 ons cabai.
Artinya, jika harga jual perkilogramnya hanya Rp 5 ribu jelas tidak menutup modal. Petani merugi.
Apalagi petani harus mengeluarkan ongkos yang tidak sedikit untuk memanen cabai. Terutama untuk tenaga petik atau pekerja yang memanen. Tenaga petik cabai di Kalasan dibayar Rp 80 ribu per hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/cabai-di-kalasan-dibagi-bagikan.jpg)