Pemkot Yogyakarta Jamin Akses Pendidikan untuk Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19 di Wilayahnya 

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memastikan, anak-anak yang kehilangan orang tua karena paparan Covid-19 di wilayahnya, tetap memperoleh akses

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memastikan, anak-anak yang kehilangan orang tua karena paparan Covid-19 di wilayahnya, tetap memperoleh akses pendidikan serta berkelanjutan. 

Secara keseluruhan, ada 248 anak yang ditinggal orang tuanya selama pandemi corona melanda Kota Yogyakarta satu setengah tahun ini. Bahkan, 22 di antaranya jadi yatim piatu, karena ayah dan ibu meninggal dunia sekaligus. 

Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti, mengungkapkan, pihaknya tak sebatas fokus menggenjot percepatan proses vaksinasi di masyarakat. Namun, dampak-dampak yang muncul akibat pandemi Covid-19 bakal diatasi pula. 

Baca juga: Jelang Akhir Tahun, BRI Optimis Bisa Ikut Akselerasi Target 12 Juta Merchant Pengguna QRIS

"Anak-anak yang kehilangan orang tua karena Covid-19 menjadi fokus kita juga. Tidak seolah-olah kita hanya fokus vaksinasi saja. Kita pastikan ada langkah pendampingan untuk anak-anak itu," jelas Haryadi, Rabu (25/8/2021). 

Selain jaminan untuk menjalani kehidupan secara layak, Pemkot juga hendak memastikan mereka tetap mendapat akses pendidikan secara berkelanjutan. Menurut ia, jangan sampai ada satupun yatim piatu yang putus sekolah. 

"Kita selalu cek mereka, terutama soal keberlangsungan belajarnya bagaimana. Jangan sampai, karena tidak ada lagi orang tua terus belajarnya terganggu, tidak sekolah karena urusan ekomomi, terkendala biaya," ucapnya. 

Haryadi menuturkan, Pemkot telah menyiapkan program untuk menjamin hal tersebut, lewat asisten perekonomian dan pembangunan. Sehingga, anak-anak yang ditinggal orang tuanya karena Covid-19 tidak perlu khawatir. 

"Kita sudah siapkan program untuk anak-anak itu, yang kehilangan orang tua karena Covid-19, mereka harus tetap belajar. Dalam kondisi apapun, nanti pemerintah yang akan mem-backup, kita sudah siapkan itu," terangnya. 

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi berujar, Pemkot menyiapkan skema pendampingan untuk anak yatim, piatu, maupun yatim piatu akibat Covid-19, dengan melibatkan korporasi dan lembaga sosial. 

Baca juga: Mendikbud Ingin Sekolah Tatap Muka Digelar, Sri Sultan Hamengku Buwono X: Risikonya Terlalu Besar

"Mereka sangat membutuhkan pendampingan, Sudah ada sejumlah korporasi yang menyediakan diri membantu. Beberapa bantuan sudah kami salurkan," katanya. 

"Sejak tiga mingguan ini, kita identifikasi kasus-kasus yang muncul. Sejak Covid-19 meningkat Juli kemarin, kita mulai sering dengar suami istri meninggal. Kemudian, kita coba lakukan intervensi terhadap anak," lanjut Heroe. 

Oleh sebab itu, Pemkot Yogyakarta hingga kini berupaya memperkuat database-nya terkait anak-anak yang terkena dampak pandemi. Pasalnya, banyak di antara mereka yang  lantas beralih status, dan masuk kategori rentan. 

"Misalnya, sebelumnya dia tidak masuk kategori miskin. Tetapi, begitu ditinggal orang tua meninggal, atau tulang punggungnya sudah tidak ada lagi, bisa jadi dia kemudian masuk kategori miskin," tandas Wakil Wali Kota. 

Wawali pun mendorong semua pihak yang terlibat dalam proses pendampingan bersama Pemkot ini bisa mengambil peran secara berkelanjutan. Dalam artian, tidak sekadar sekali memberi bantuan, setelahnya lepas tangan. 

"Yang jelas, Pemkot akan mendampingi ya, agar mereka tetap menjalani kehidupan dengan baik. Termasuk, kita siapkan beasiswa dan segala macam. Nah, di anggaran perubahan dibahas intervensi itu," ujarnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved